Hoaks! Tiga orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek

·Bacaan 1 menit

Jakarta (ANTARA/JACX) - Beredar sebuah narasi yang merujuk pada kecelakaan uji coba Light Rail Transit (LRT) Jabodebek pada Senin (25/10).

Dalam narasi yang tersebar di Twitter itu, diterangkan bahwa ada tiga orang kehilangan nyawa akibat tabrakan antardua kereta yang terjadi di wilayah Jakarta Timur tersebut.

Berikut narasinya:
"Yang meninggal masinis 1 orang, instruktur 1 orang, balai uji sertifikasi 1 orang. Semuanya berada di kabin. Turut berduka untuk kecelakaan uji coba LRT Jabodebek,".

Namun, benarkah tiga orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek?

Tangkapan layar hoaks yang menyatakan tiga orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek (turnbackhoax)
Tangkapan layar hoaks yang menyatakan tiga orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek (turnbackhoax)



Penjelasan:
Merujuk informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi PT INKA, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tubrukan dua rangkaian kereta tersebut.

"Dalam peristiwa ini terdapat satu korban luka ringan yaitu operator kereta PT INKA dan saat ini masih dirawat di RS," demikian isi keterangan pada akun @pt_inka.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro, sebagaimana berita ANTARA, turut menjelaskan bahwa kondisi masinis dalam rangkaian kereta tersebut menderita luka ringan.

Menurut Noviantoro, dua LRT yang mengalami kecelakaan itu, yakni rangkaian 20 dan rangkaian 29, akan dikirim kembali ke INKA Madiun untuk diperbaiki.

Selanjutnya, proses investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Klaim: Tiga orang meninggal dalam kecelakaan LRT Jabodebek
Rating: Salah/hoaks


Baca juga: Polrestro Jaktim siap bantu KNKT investigasi tabrakan LRT

Baca juga: INKA pastikan pengujian LRT Jabodebek tetap berjalan

Baca juga: Kemenhub sayangkan insiden tabrakan LRT Jabodebek

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel