Hoaks Vaksinasi COVID-19 Jangan Dibiarkan, Lawan!

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai macam hoaks mengenai vaksinasi COVID-19 harus dilawan demi memulihkan kesehatan dan perekonomian kembali. Hal itu diungkap Ketua Presidium Mafindo Septiadji Eko Nugroho dialog webinar bertema “Hoaks Dilawan Jangan Dibiarkan” Selasa (30/03/21) lalu.

Faktanya, persebaran berbagai macam hoaks mengenai vaksinasi COVID-19 ini memang sangat dinamis dan berpengaruh sangat besar di kalangan masyarakat.

“Ada hoaks soal konsumsi lah ‘ABCD’ supaya cepat sembuh dari COVID-1. Ini respons natural dari kita ingin keluarga atau teman kita cepat sembuh, tetapi kadang-kadang karena informasinya tidak benar dan terlanjur menyebarkannya. Ini menjadi masalah karena menyesatkan bahkan membahayakan,” ujarnya.

Menurut dia, hoaks mengenai COVID-19 menyebar ke semua kalangan masyarakat. Berbeda kalau hoaks atau isu politik, tidak semua masyarakat membicarakan isu tersebut.

Oleh karena itu, hoaks tersebut harus dilawan untuk meminimalkan bahaya yang timbul dari hoax dan juga pemulihan kesehatan bisa dilakukan pemerintah dengan cepat.

Berbagai Faktor

Ilustrasi Hoaks. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)
Ilustrasi Hoaks. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Masalah hoaks di Indonesia sendiri disebabkan oleh berbagai faktor. Sebut saja literasi digital yang masih rendah, hoaks masih bebas berkeliaran di Indonesia karena kepercayaan di antara masyarakat yang tergerus, hingga kepercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan.

Hoaks terkait vaksinasi dinilai mengganggu kelancaran program vaksinasi yang sedang diselenggarakan. Hoaks ini tentu saja berdampak pada aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Untuk itulah, pemerintah melakukan berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir, seperti kerja-kerja kolaboratif, multi stakeholder atau kerja sama antara pemangku kepentingan, yang tujuannya untuk memberantas hoaks.

Untuk masyarakat juga diminta agar saring sebelum sharing atas semua hal yang berkaitan dengan vaksinasi agar program vaksinasi cepat selesai dan kekebalan kelompok dapat terbentuk sesuai dengan yang diharapkan. Setelah itu, kesehatan akan segera pulih dan ekonomi dapat segera bangkit.

(MG/Retno Dwi Marcelina)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan Video Cek Fakta di Bawah Ini