Hoaks! Video rumah terbakar akibat ditinggal Mudik Lebaran 2022

Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah unggahan video yang menampilkan rumah terbakar beredar di media sosial TikTok pada 3 Mei 2022.

Asap abu-abu pekat tampak membumbung di sisi atas rumah tingkat berwarna putih. Sedangkan dari jendela, terlihat kobaran si jago merah melumat isi dalam rumah.

Akun TikTok pengunggah video itu menyebut rumah terbakar itu telah ditinggal sang pemilik mudik.

Berikut narasi yang terdapat dalam unggahan dengan penayangan hingga 100rb tersebut:
"Rumah di tinggl mudik 3 hari, ac lupa dimatikan"

Namun, benarkah rumah yang terdapat dalam unggahan video TikTok itu terbakar akibat ditinggal pemilik mudik?

Unggahan hoaks yang menyebut terdapat rumah terbakar karena ditinggal mudik pemiliknya. Faktanya, itu adalah peristiwa sebelum masyarakat melakukan Mudik Lebaran 2022. (TikTok)
Unggahan hoaks yang menyebut terdapat rumah terbakar karena ditinggal mudik pemiliknya. Faktanya, itu adalah peristiwa sebelum masyarakat melakukan Mudik Lebaran 2022. (TikTok)

Penjelasan:
Penelusuran ANTARA, video tersebut memang menampilkan peristiwa rumah terbakar. Hanya saja, kejadian itu terjadi pada 20 April 2022 di Galaxi, Bekasi.

Kebakaran tersebut diduga karena korsleting aliran listrik pada salah satu kamar rumah.

Komandan Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Nasrudin mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 11.30 WIB saat penghuni sedang tidur.

Penghuni kemudian mendengar bunyi letupan disertai asap dan disusul listrik yang mati. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tapi kerugian akibat peristiwa rumah terbakar itu diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Klaim: Video rumah terbakar akibat ditinggal Mudik Lebaran 2022
Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Pemerintah melarang berkerumun saat Idul Fitri 2022

Baca juga: Selama dua jam, 11 rumah di Kota Bogor terbakar

Baca juga: 10 unit rumah warga terbakar di Simeulue dan Gayo Lues, Aceh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel