Hoax Meninggal Usai Vaksin Beredar di Lombok Barat, Polisi Selidiki

·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi tetap gencar untuk memberantas hoax tentang vaksin maupun tentang COVID-19. Baru-baru ini seorang pemilik akun Facebook berinisial BDS harus dimintai keterangan oleh polisi.

Hal itu bermula saat BDS mengucapkan belasungkawa atas kematian seorang temannya di Lembar, Lombok Barat.

Namun komentar di statusnya justru mengaitkan kematian temannya dengan vaksin karena sebelumnya telah disuntik vaksin COVID-19.

Polisi pun memanggil BDS untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, dia mengaku tidak mengetahui komentar tentang meninggal akibat divaksin. Dia mengaku belum membaca komentar di status itu.

"Beliau itu (yang meninggal dunia) temen TK , SMP dan SMA saya. Jadi tidak ada maksud lain. Saya cuma menginformasikan aja ke teman-teman biar ikut berbelasungkawa," kata BDS.

Sementara polisi masih melakukan penyelidikan siapa saja yang terlibat berkomentar soal hoax meninggalnya korban akibat disuntik vaksin.

"Jadi terkait dengan pemberitaan di medsos, berawal dari status sdr BDS yang mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu teman dekatnya," kata Kasie Humas Polres Lombok Barat, Iptu I Gede Gumiarsana, Minggu, 4 Juli 2021.

Sementara rekan BDS yang meninggal dunia sama sekali belum mendapatkan suntikan vaksin. Hal itu diperkuat dengan keterangan keluarganya.

"Yang bersangkutan belum divaksin, karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit, sehingga tidak divaksin," ujarnya.

Polisi akan menelusuri siapa saja orang yang membuat hoax tentang penyebab kematian korban usai divaksin. Polisi sangat serius memberantas hoax tersebut agar masyarakat tidak takut saat divaksin.

"Untuk sementara, pemilik status yakni bernama BDS masih dilaksanakan penyelidikan dan interogasi, sedangkan komentar yang menyebabkan kegaduhan ini, sedang didalami," katanya.

Saat ini Polisi telah memanggil BDS untuk dimintai keterangan dan juga dari pihak Puskesmas Jembatan Kembar juga telah dikonfirmasi. Sedangkan terkait pembuat komentar yang menyebabkan kegaduhan, polisi masih melakukan pendalaman.

Menyikapi ini, Kabid P3KL Dinas Kesehatan Lombok Barat, Dr. Fatoni angkat bicara tentang isu yang berebdar bahwa warga berinisial SP meninggal dunia akibat baru selesai vaksin.

"Menyikapi informasi yang beredar di luar, dua warga Lembar memang meninggal positif COVID-19, dua duanya karena hasil swab sudah keluar," ujar Fatoni.

Informasi yang beredar saat ini, keduanya meninggal karena sudah divaksin. Sedangkan sampai saat ini berdasarkan data-data yang ada di Dinas Kesehatan mereka belum pernah terdaftar menerima vaksin COVID-19.

"Dalam aplikasi vaksinasi COVID itu, tidak ada pernah terdaftar sebagai yang menerima vaksin COVID-19 untuk seminggu ini. Kami sudah mengecek kegiatan dari hari sabtu ini pun kegiatan masal yang kita lakukan di pelabuhan tidak ada namanya," ujarnya.

Selain itu data-data dari Dinas Kesehatan juga dikuatkan oleh pernyataan dari pihak keluarga dan perangkat desa menyatakan bahwa yang bersangkutan belum menerima vaksin.

"Pernyataan dari istri termasuk kades dan ibunya bahwa pasien ini tidak pernah divaksin. Jadi vaksinasi terhadap dua orang yang meninggal ini sampai saat ini data tidak ada menunjukkan kalau telah divaksin," katanya lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel