Hoax, Mpok Nori Masih Dirawat di Rumah Sakit

TEMPO.CO, Jakarta - Selasa malam, 5 Februari 2013 beredar kabar soal pelawak wanita Mpok Nori, 82 tahun, yang telah meninggal karena keletihan. Begini bunyi beritanya di social media: "Barusan dapat BBM dari asistennya Azis Gagap. Innalillahi Wainnailahi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Hj Nori (Mpok Nori) komedian asal Betawi krn sakit kecapean..Selamat Jalan Mpok Nori.."

Kontan sejumlah artis memberikan bela sungkawa di Twitter mengenai kabar tersebut, seperti Armand Maulana dan Dewi Sandra. Posting Armand langsung dihapus ketika dia mendapatkan kabar ternyata Mpok Nori masih sehat walafiat dan sedang dirawat di rumah sakit.

Tak berapa lama kembali menyebar kabar kalau Mpok Nori masih sehat. "Mohon maaf, ini klarifikasi langsung dari asistennya Azis gagap lagi. Maaf buat semua mak Nori masih ada n belum meninggal. Banyak yg bordkes2 gak bener!! Barusan saya sudah telepon ke Mpok Ros langsung yang selalu bersama Mak Nori bahwa mak Nori masih sehat-sehat saja biarpun sekarang sakit tipes."

Armand sendiri kesal ketika mengetahui soal kabar hoax yang sudah menyebar itu. "Wah ternyata yang broadcast ke saya Mpok Nori meninggal HOAX. Ya Allah maafkan saya. Justru semoga ini tanda Mpok Mori akan menjadi sehat kembali. Amin," kata kicauan Armand di Twitter.

Kekesalan Armand tak terhenti. Dia terus-terusan menyumpahi orang yang menyebarkan info Mpok Nori telah wafat. "Mudah2an yg nyebar hoak Mpok Nori meningga lewat BBM saya doakan BB-nya tambah banyak!!! #smbilkesel"

Dewi Sandra sendiri juga ikutan mendoakan Mpok Nori sehat. "Semoga Mpok Nori pulih kembali..kita juga jadi ikut bingung dah ah..daripada bingung kita berdoa aja.."

Memang telah seminggu, komedian yang terkenal memiliki suara melengking ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pusdikkes Kodiklat TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur.

ALIA FATHIYAH

Berita Lain:

Terima Rp 10 Juta, Maharani: Saya Enggak Munafik

Maharani Buka-bukaan Soal Kasus Sapi

Diduga Gelapkan Pajak, Apa Kata SBY?

Kubu SBY Bermanuver, Anas Terdesak?

Anas Menjawab Desakan Mundur dari Demokrat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.