Hobi Berkebun? 6 Macam Sisa Makanan Ini Bisa Kamu Tanam dengan Mudah di Rumah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejak pandemi COVID-19, banyak sekali orang-orang bosan dan berusaha mencari kegiatan baru untuk mengisi hari-hari. Salah satu kegiatan baru yang banyak dilakukan ialah menanam pohon atau tanaman hias.

Berbagai tanaman hias juga banyak yang menjadi hits karena fenomena berkebun yang semakin banyak peminatnya ini. Ini juga menjadikan tanaman tertentu memiliki harga yang cukup mahal. Beberapa orang juga membuat berkebun menjadi ladang untuk berinvestasi karena cukup menjanjikan.

Kebiasaan baru ini tentu sangat baik untuk bumi jika terus dilestarikan dan semakin banyak orang yang melakukannya. Tidak hanya tanaman hias, berbagai tanaman yang dapat dijadikan makanan juga sering ditanam untuk dapat dikonsumsi di rumah.

Alat dan bahan yang dibutuhkan juga cenderung cukup mudah karena mengambil dari sisa makanan yang telah dikonsumsi seperti biji dan batang. Melansir dari Asia One, Rabu, (31/3/2021), di Singapura banyak masyarakat yang menanam kembali bahan makanan dari bagian-bagian sisanya. Hal tersebut dilakukan juga untuk menghemat biaya pengeluaran makan sehari-hari.

Berikut ini beberapa sisa bahan makanan yang dapat ditanam kembali yang terdiri dari sayuran dan buah. Anda dapat mencobanya untuk mengisi atau menambah kegiatan selama di rumah saja.

Daun Bawang

daun bawang (Sumber: Pixabay)
daun bawang (Sumber: Pixabay)

Jika membeli di pasar atau supermarket, daun bawang sering kali layu saat disimpan dalam lemari es dengan sangat cepat. Padahal hanya disimpan selama satu atau dua hari. Untuk itu, solusi yang tepat untuk mendapatkan daun bawang yang tidak cepat layu ialah dengan menanamnya sendiri.

Untuk menanam daun bawang, Anda hanya perlu memotong ujung akar daun bawang dengan panjang sekitar 3 cm dan meletakkannya di dalam mangkuk yang berisi air. Jika daun bawang sudah mencapai ketinggian sekitar 10 cm, pindahkan ke dalam panci dan siram setiap harinya. Panen dapat dinikmati setelah lima sampai tujuh hari ke depan.

Seledri

Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay

Tak berbeda dengan daun bawang, seledri juga menjadi cepat layu saat dalam penyimpanan. Seledri tidak memiliki perawatan yang mahal dalam penanamannya sehingga akan sangat mudah.

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menanamnya ialah dengan memotong akar bagian bawah sekitar 5 cm hingga 7 cm. setelah itu, letakkan secara tegak di dalam mangkuk yang berisi air. Jika telah muncul tunas baru, tanam di tanah dan akan memakan waktu sekitar tiga sampai lima hari untuk memanennya.

Serai

serai (sumber: Pixabay)
serai (sumber: Pixabay)

Serai yang memberikan aroma pada masakan tentu menjadi bahan makanan yang sering kali digunakan. Namun, serai tak jarang menjadi sangat kering jika disimpan dalam waktu yang cukup lama. Tentu, saat serai sudah mulai kering, aroma dan rasa yang dihasilkan tak seperti yang masih segar.

Serai dapat ditanam dengan memotongnya sekitar 2 cm hingga 3 cm dari bagian atas serai dan masukkan ke dalam sebuah toples yang berisi air selama sekitar dua minggu. Namun, gantilah air yang berada di toples setiap harinya. Setelah akar pada serai tersebut mulai mnegeras, pindahkan ke dalam pot dan panen saat batang sudah mencapai tinggi 3 cm.

Cabai

cabai. Image by Jill Wellington from Pixabay
cabai. Image by Jill Wellington from Pixabay

Dalam membuat suatu masakan, cabai menjadi bahan utama yang penting untuk memberikan rasa pedas. Maka dari itu, menanam cabai akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut juga akan membuat cabai menjadi selalu segar saat akan digunakan karena baru saja dipetik dari pohonnya.

Menanam cabai ini dapat dengan benih biji cabai yang menggunakan pot berisi tanah berada di bawah sinar matahari yang cukup. Menyiram tanaman cabai ini tidak perlu sampai basah kuyup, cukup dengan menjaga tanah tetap lembap.

Beberapa varietas cabai sudah dapat dipanen saat 60 hari sejak disemai, tetapi varietas lainnya bisa memakan waktu hingga 120 hari untuk siap panen.

Selada

selada (Sumber: Pixabay)
selada (Sumber: Pixabay)

Selada menjadi sayuran pendamping dalam beberapa hidangan roti, seperti burger, hotdog, dan sandwich. Tak hanya itu selada juga sering untuk membuat salad sayuran yang sehat. Menanam selada di rumah juga dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus membeli benihnya.

Selada dapat ditanam dengan memotong pangkal selada di dalam sebuah mangkuk berisi air yang dangkal. Akar akan mulai muncul saat masuk ke hari ke tiga atau empat setelah penanaman, selada akan siap untuk dipanen pada hari ke sepuluh hingga dua belas.

Alpukat

Ilustrasi alpukat (dok. Pixabay.com/FoodieFactor/Putu Elmira)
Ilustrasi alpukat (dok. Pixabay.com/FoodieFactor/Putu Elmira)

Alpukat merupakan buah yang berwarna hijau dengan daging yang lembut dan manis. Menanam pohon buah alpukat ini memerlukan cukup ruang agar pohon dapat berkembang dengan baik. Penanaman buah alpukat ini hanya menggunakan bijinya saja, walaupun memakan waktu yang cukup lama.

Menanam alpukat dapat dilakukan dengan menempatkan biji alpukat setengah terendam pada segelas air atau wadah yang lainnya. Jika biji tidak bisa tertahan pada bibir gelas, Anda bisa menusukkan tusuk gigi ke biji alpukat untuk menyangganya.

Saat pohon telah memiliki tinggi sekitar 15 cm, pindahkan ke dalam sebuah pot. Waktu yang diperlukan untuk memanen buah alpukat saat berusia tiga atau empat tahun, bahkan ada juga yang sampai lima belas tahun ke atas. Biji alpukat yang akan ditanam harus dicuci bersih sampai kulit yang kecoklatannya hilang.

Bahan tanaman di atas dapat dengan mudah ditemukan di rumah dan mudah juga untuk ditanam. Anda dapat memulainya dari sekarang untuk dapat menikmati hasilnya. Menanam pohon juga akan membantu menghijaukan bumi kembali.

Penulis:

Gerda Faradila

Politeknik Negeri Media Kreatif

Saksikan Video di Bawah Ini: