Hobi Pesan Makanan Online, Apa Kabar Berat Badan?

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal baru di dalam aktivitas, termasuk berbagai hal berbau online dengan memesan makanan hingga menonton serial favorit. Meski dapat meminimalisir kejenuhan selama di rumah, nyatanya kegiatan tersebut berisiko membuat berat badan bertambah.

Diakui spesialis gizi klinik dr Diana Suganda, M.Kes, SpGK, banyak pasien yang datang untuk berkonsultasi padanya lantaran mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan. Bahkan, data menunjukkan kenaikan berat badan hampir dialami 50 persen pasiennya.

"Selama pandemi makan terus, kurang aktivitas, jadi makin meningkat berat badannya. Jadi misal dari 10 orang, 5 orangnya naik berat badan. Hampir 50 persen mengalami kenaikan berat badan," ungkapnya dalam acara virtual Frisian Flag bertajuk ‘Refleksi Setahun Pandemi, Masyarakat Semakin Abai atau Peduli?’, Senin, 22 Maret 2021.

Kenaikan berat badan itu dipengaruhi oleh asupan yang tinggi lemak, natrium dan karbohidrat sederhana serta minim serat. Terlebih, hal itu lebih mudah dijangkau dengan adanya pemesanan online yang cukup dengan memegang layar gadget.

"Makanan online itu tinggi gula, seperti boba gitu, kopi kekinian. Juga tinggi garam dan lemak. Jarang yang pesan rendah serat. Enggak mungkin pesen gado-gado atau lotek kan? Mungkin salad ada yang pesan, tapi hanya beberapa," tambah Diana.

Terlebih, tren rapat dan kelas virtual membuat banyak orang memilih makan sambil duduk dan beraktivitas virtual. Hal ini yang membuat porsi makan jadi berlebihan.

"Rapat virtual pesannya pizza. makan sambil kerja, neggak tahu berapa porsi yang masuk. Distraksi sama kerjaan, sambil makan, akhirnya menyebabkan asupan berlebih. Malam Netflix-an, keasyikan, skip makan malam, eh malah lapar tengah malam dan membuat asupan berlebih juga," bebernya.

Untuk itu, Diana menyarankan agar masyarakat tetap menjalani pola hidup sehat dengan aktif berolahraga. Selain itu, masyarakat disarankan menjaga pola makan tiga kali sehari dan camilan di sela-selanya. Namun, pemilihan jenis makanannya harus sesuai porsi Isi Piringku.