Holding BUMN Farmasi akan Fokus pada Produk Bernilai Ekspor

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi mengungkapkan peta jalan holding farmasi ke depannya akan masuk ke produk-produk bernilai ekspor.

"Peta jalan atau roadmap ke depan kami memang akan masuk kepada produk-produk yang sifatnya lebih kepada memperbaiki marjin. Kita akan masuk kepada produk-produk yang tentunya lebih dibutuhkan tidak hanya di Indonesia melainkan juga untuk nilai-nilai ekspor," lata Honeti dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip Antara, Senin (23/5).

Contohnya, Bio Farma akan masuk ke produk-produk baru dengan standar Food and Drug Administration Amerika Serikat atau US FDA.

"Kalau (produk) kita hanya BPOM standard atau WHO standard, kita tidak akan bisa masuk ke negara-negara dengan standar yang tinggi seperti Amerika Serikat ataupun Eropa. Kita akan segera investasi, dan produk-produknya pun sebenarnya kita sudah punya di mana kita bermitra dengan rekan-rekan lembaga riset yang sudah siap produknya dan kita tinggal melakukan uji klinis," katanya.

Kimia Farma dan Indofarma juga akan seperti ini, mengingat selama ini fokus di produk generik.

"Kita harus bisa bermain dua fungsi ini, satu sebagai agen pembangunan dan di sisi lain sebagai creating value. Investasi strategis roadmap ke depan kita akan geser bagaimana Holding BUMN Farmasi dan semua anak perusahaannya ini nantinya bisa menciptakan perusahaan yang lebih berkelanjutan ke depannya," ujar Honesti.

Sebagai informasi, tahun ini Holding BUMN Farmasi mengalokasikan total investasi atau belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp3,10 triliun. Adapun total belanja modal tersebut terdiri dari Bio Farma sebesar Rp1,87 triliun, Kimia Farma Rp1,15 triliun dan Indofarma Rp72,68 miliar. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel