Holding Ultra Mikro Mempercepat Bangkitnya UMKM di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pembentukan Holding Ultra Mikro yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN mendapat sambutan positif dari Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta. Adanya holding ini bisa memberikan secercah harapan untuk pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan permodalan.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, Holding Ultra Mikro ini secara otomatis akan mempercepat bangkitnya UMKM di masa pandemi.

Menurutnya tiga lembaga Keuangan ini BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro.

Dengan begitu, UMKM di Indonesia dengan kekuatan mencapai 60 juta pelaku usaha dapat bangkit dan menggerakkan ekonomi dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

"Jika UMKM sudah mulai bergeliat tentu akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan karena memang selama ini sektor UMKM menyerap hampir 97 persen dari dari total angkatan kerja, sisanya 3 persen dari sektor korporasi," kata dia kepada merdeka.com, Rabu (15/9/2021).

Dia menambahkan, kehadiran lembaga ini juga sekaligus menjawab kesenjangan yang selama ini dirasakan pelaku UMKM yang sangat sulit mendapatkan pinjaman modal. Terlebih dengan persyaratan yang tidak mampu dipenuhi pelaku UMKM.

Oleh sebab itu, dia ingin kehadiran Holding Ultra Mikro ini agar segera disosialisasikan kepada seluruh pelaklu UMKM di Indonesia dan menawarkan skema pinjaman modal yang ramah bagi UMKM baik dari sisi kemudahan, persyaratan, jumlah dan suku bunga yang terjangkau.

"Terlebih dalam kondisi pandemi ini,dikala Pemerintah sudah memperluas kelonggaran pasti banyak pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal, tentu Hiolding Ultra Mikro ini menjadi tumpuan bagi UMKM," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Usulan Pengusaha

Perajin membuat kerajinan dari bahan rotan di Jakarta, Senin (13/9/2021). Kementerian Keuangan menyebutkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi salah satu sektor dunia usaha yang memegang peranan luar biasa penting di dalam pemulihan ekonomi Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Perajin membuat kerajinan dari bahan rotan di Jakarta, Senin (13/9/2021). Kementerian Keuangan menyebutkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi salah satu sektor dunia usaha yang memegang peranan luar biasa penting di dalam pemulihan ekonomi Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di samping itu, dalam perjalanan ke depan pengusaha juga mengusulkan agar Holding ini juga memiliki program peningkatan SDM pelaku UMKM dengan berbagai pelatihan yang dibutuhkan seperti pelatihan managemen pengelolaan usaha, pembukuan/pelaporan keuangan,strategi pemasaran, packaging/desain, pemanfaatan teknologi ITdan HAKI yang selama ini menjadi kelemahan UMKM.

"Termasuk memfasilitasi adanya Pekan Raya UMKM yang memamerkan berbagai produk UMKM dari seluruh Indonesia untuk dipromosikan kepada masyarakat luas dan mancanegara," ujarnya. Terlebih Kementerian BUMN juga sudah membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memasok berbagai produknya kesemua BUMN melaui program Pasar Digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PADi UMKM) sehingga lebih optimal mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja perusahaan-perusahaan plat merah pada UMKM.

"Dengan adanya pangsa pasar melalui plafon PADi UMKM dan permodalan melaui Holding UIltra Mikro akan mempercepat produktivitas pelaku UMKM untuk bangkit mewarnai aktivitas ekonomi Indonesia. UKM Bangkit Ekonomi Terungkit," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel