Home Credit Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan Masyarakat RI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Home Credit Indonesia (Home Credit) terus berupaya mengimplementasikan keuangan yang berkelanjutan dan bertanggungjawab dengan menyelaraskan kepentingan lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan (ESG) dalam kegiatan usahanya.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan inklusif serta berkelanjutan di Indonesia.

Salah satu fokus utamanya yaitu dengan membuka akses layanan keuangan untuk masyarakat Indonesia yang belum tersentuh lembaga keuangan formal, di mana telah diterapkan Home Credit sejak lama seperti yang terekam dalam Laporan ESG tahunan yang dirilis oleh Home Credit Group baru-baru ini.

Salah satu bukti implementasi tersebut dapat dilihat dari konsistensi Home Credit untuk mendorong inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital, di mana sekitar 20,5 persen pelanggan Home Credit di bulan Oktober – November 2021, tergolong first time borrowers atau mereka yang baru pertama kali menggunakan layanan pembiayaan formal.

Direktur Utama Home Credit Indonesia Animesh Narang mengatakan, pihaknya percaya bahwa adanya pilar ESG yang selama ini berusaha diwujudkan salah satunya dapat mengatasi isu kesenjangan ekonomi.

Di mana pihaknya berupaya untuk turut mendorong akses keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah dapat mencapai hingga 90 persen pada 2024.

"Untuk itu, Home Credit terus meningkatkan layanan kami dengan strategi omnichannel yang mampu memberikan akses pembiayaan kepada para pelanggan melalui aplikasi digital My Home Credit didukung dengan jaringan mitra toko kami, sebanyak lebih dari 16.700 mitra yang tersebar di 200 kota di Indonesia,” katanya, Selasa (28/12/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Akses Digital

Home Credit Indonesia
Home Credit Indonesia

Dengan akses digital dan jaringan mitra toko yang luas, Home Credit juga turut membuka akses pembiayaan ke luar Pulau Jawa dengan porsi yang signifikan hingga 45 persen dari seluruh total kontrak pembiayaan pada semester I/2021.

Bagi para first-time-borrower, pengalaman dalam menggunakan layanan keuangan yang nyaman, aman, dan terpercaya tentunya menjadi hal yang penting. Sehingga tidak hanya inovasi dalam memberikan pelayanannya saja yang diperhatikan namun juga edukasi dalam menggunakan layanan juga perlu dilakukan.

"Home Credit sendiri giat melakukan edukasi terkait literasi keuangan dan digital yang selama pandemi diberikan melalui berbagai platform media sosial mereka," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel