Hong Kong janjikan bantuan ekonomi $ 1,3 miliar di tengah kerusuhan

HONG KONG (Reuters) - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Selasa (14/1) menjanjikan bantuan HK $ 10 miliar ($ 1,3 miliar) dalam langkah-langkah untuk menopang perekonomian ketika bergulat dengan protes anti-pemerintah berbulan-bulan yang telah merusak kepercayaan bisnis di pusat keuangan global tersebut.

Hong Kong tenggelam ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam satu dasawarsa pada kuartal ketiga, saat protes yang terkadang keras memaksa perusahaan-perusahaan untuk tutup dan menakuti para pelancong.

Pengeluaran baru yang diusulkan membawa total stimulus kota yang dikuasai China itu menjadi HK $ 35 miliar ($ 4,5 miliar) sejak musim panas ini, ketika protes meningkat.

Langkah-langkah ini menargetkan para lansia, pengangguran, dan penduduk berpenghasilan rendah, dengan rencana untuk memberikan bantuan tunai di antara manfaat lainnya.

Pemerintah mengatakan juga bertujuan untuk meningkatkan hari libur resmi dari 12 menjadi 17 hari, tergantung pada diskusi dengan sektor bisnis.

Protes berkobar pada Juni atas RUU ekstradisi yang sekarang ditarik, yang akan memungkinkan tersangka kriminal di Hong Kong dikirim ke China daratan untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis.

Demonstrasi, yang telah meningkat menjadi seruan untuk demokrasi yang lebih besar, juga telah didukung oleh persepsi luas bahwa Beijing ikut campur dalam urusan mantan koloni Inggris itu, meskipun ada jaminan otonomi luas ketika dikembalikan ke pemerintahan China pada tahun 1997, dan oleh pengaduan kebrutalan polisi.

Beijing membantah ikut campur. Polisi mengatakan mereka telah menahan diri dalam menghadapi meningkatnya kekerasan.

Pada Senin, Lam bergabung dengan pejabat pemerintah lainnya di sebuah forum keuangan regional dalam memuji ketahanan Hong Kong sebagai pusat keuangan, mengatakan kekuatan dan ketahanannya, seperti sistem keuangan kami, belum dirusak walaupun (fakta) bahwa kami mengalami keresahan dan tantangan sosial yang cukup besar.