Honor Petugas, Anggaran Terbesar Pilkada Tangerang

TEMPO.CO, Tangerang - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Safril Elaine mengatakan sekitar 70 hingga 80 persen dari Rp 60 miliar anggaran pemilihan kepala daerah Kota Tangerang dihabiskan untuk membayar honor petugas penyelenggara pemilu tersebut. "Sudah pasti Rp 30 miliar-Rp 40 miliar untuk bayar honor petugas," katanya Selasa 12 Februari 2013.

Menurut Safril, honor akan diberikan kepada petugas pemilih kecamatan, kelurahan hingga di tempat pemilihan suara yang berjumlah ribuan. "Ini saja hitungan honornya tidak sesuai UMK Kota Tangerang sebesar Rp 2,3 juta, kalau disesuaikan dengan UMK jumlahnya akan lebih besar lagi," kata Safril.

Sementara untuk kebutuhan logistik Pilkada seperti kertas suara, kotak suara, menurut Safril, hanya menyedot sekitar 15-20 persen anggaran atau sekitar Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar.

Safril mengakui jika KPU Kota Tangerang telah menerima dana hibah sebesar Rp 60 miliar dari Pemerintah Kota Tangerang untuk biaya penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang peridoe 2013-2018. Dengan cairnya dana tersebut, KPU Kota Tangerang memulai tahapan pemilihan. "Dana sudah cair, kendala kami sudah tidak ada sehingga tahapan pemilihan sudah bisa dimulai," katanya.

KPU Kota Tangerang telah menetapkan pemungutan suara Pilkada Kota Tangerang digelar 31 Agustus 2013. KPU menolak menetapkan jadwal Pilkada pada awal dan pertengahan bulan Agustus karena masyarakat sedang mengisi mudik lebaran. Berdasarkan perhitungan KPU dari tahapan persiapan, kata Safril, tahap pelaksanaan hingga tahapan penyelesaian Pilkada Kota Tangerang telah dimulai bulan Februari hingga Agustus mendatang.

Safriel menjelaskan, dari masukan yang diterima KPU, jadwal pemungutan Pilkada Tangerang harus dilakukan tiga atau empat minggu setelah Lebaran Idul Fitri. Karena sangat tidak mungkin Pilkada Kota Tangerang dilakukan sebelum lebaran atau beberapa hari setelah lebaran, karena banyak warga Tangerang yang umumnya pendatang sedang pulang kampung. Hari raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 8 dan 9 Agustus. Jika KPU menentuhkan jadwal yang dekat sebelum atau sesudah lebaran, akan menyulitkan bagi KPU dan petugas di TPS.

"Mengapa kami memilih 31 Agustus. Sebab, tanggal 8-9 Agustus hari lebaran dan banyak warga mudik libur panjang. Jadi jadwalnya kami mundurkan di akhir bulan Agustus,"kata Safriel.

Safril menambahkan, untuk penetapan penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon akan diumumkan pada 20 Juli mendatang. Adapun, kampanye dilaksanakan pada 14 Agustus-27 Agustus. Sedangkan, pembersihan atribut dan alat peraga kampanye serta masa tenang diberlakukan KPU pada 28-30 Agustus.

Asisten Daerah I Kota Tangerang, Ahmad Luthfi, membenarkan dana Rp 60 miliar untuk putaran I dan putaran II Pilkada Kota Tangerang telah dicairkan Pemkot Tangerang. "Anggaranya sudah dicairkan, tetapi butuh proses dari DPKAD untuk dicairkan kepada KPU,"kata Lutfi.

Menurutnya, pemda akan membantu dan mendukung pelaksanaan pilkada berjalan dengan baik. Pilkada adalah bagian penting pelaksaan demokrasi dan proses pilkada harus berjalan dengan baik dan transparan. Apalagi masyarakat Tangerang sudah cukup paham dalam proses pilkada.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, Ibnu Jandi, meminta agar KPU Kota Tangerang untuk berhati-hati dan fokus dalam mengunakan anggaran dan menjalankan tahapan pilkada. Sebab, kata dia, konsentrasi KPU mengurusi pesta demokrasi akan pecah, karena pemilu legeslatif dan Pilkada Kota Tangerang yang jadwal waktunya sangat berdekatan. Artinya, KPU harus selektif menentuhkan jadwal pemilu Legislatif dengan jadwal Pilkada Kota Tangerang.

"Beban KPU akan berat dengan jadwal pemilu Legislatif dan jadwal Pilkada Wali Kota. Maka jadwal yang sudah disampaikan kepada masyarakat harus diikuti secara tepat," kata Ibnu Jandi. Simak berita pilkada di selurun nusantara di sini.

JONIANSYAH

Baca juga:

Obrolan Annisa, Mahasiswa UI, Sebelum Meninggal

Habis Bercinta dengan Lelaki, Pria Ini Tewas

Annisa Tewas, Dewan Akan Panggil IDI dan RS

Keluarga Annisa Kecewa dengan Rumah Sakit

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.