Honor Segera Luncurkan Ponsel Tanpa Merek Huawei

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Setelah Huawei menjual Honor ke Shenzhen Zhixin New Information Technology, perusahaan memperjelas bahwa perpindahan ini tidak akan memengaruhi arah merek Honor dan keseluruhan visi produknya di masa depan, bahkan kepala eksekutif dan manajer seniornya tetap sama.

Dilansir dari laman GSM Arena, Kamis, 17 Desember 2020, namun ada beberapa prosedur administrasi yang perlu dijaga sebelum Honor akhirnya menjadi merek sendiri.

Kepala Eksekutif Honor, George Zhao, menjanjikan peluncuran ponsel sesegera mungkin. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar Honor dalam surat terbuka.

Asumsinya adalah Zhao sedang berbicara tentang seri Honor V40, mengingat kebocoran ponsel itu selama beberapa minggu terakhir. Sesuai laporan, seri V40 diharapkan tiba pada Januari 2021.

Shenzhen Zhixin New Information Technology merupakan perusahaan baru yang didirikan untuk akuisisi oleh Shenzhen Smart City Technology Development Group. Di dalamnya terdapat lebih dari 30 agen dan diler dari merek Honor, termasuk produk elektronik.

Penjualan itu terjadi setelah serangan bertubi-tubi dilakukan Amerika Serikat kepada Huawei, termasuk membatasi akses ke akuisisi pembuat chipset oleh perusahaan software dan teknologi bahkan dari luar negara tersebut.

"Bisnis konsumen Huawei telah berada di bawah tekanan yang luar biasa pada akhir-akhir ini. Ini disebabkan oleh tidak tersedianya elemen teknis yang diperlukan oleh bisnis ponsel kami," ujar perusahaan.

Dengan penjualan tersebut, Huawei menyatakan dapat membantu penjual dan pemasok saluran Honor untuk melewati masa sulit ini. Anak usaha itu akan memastikan kelangsungan hidupnya sendiri.

Tidak disebutkan berapa harga jual honor. Namun menurut laporan situs berita China Huxiu, nilainya mencapai US$40 miliar atau Rp562,5 triliun