Hope Sampai Planet Mars, UEA Cetak Sejarah

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menjelang berlabuhnya wahana antariksa Hope di Planet Mars, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, memposting pesan video yang menginspirasi kepada negara dan seluruh kaum muda di media sosial Twitter.

“Insya Allah, besok (hari ini), kita akan merayakan 50 tahun negara kita dengan mencapai Mars. Kita merayakan buah dari karya almarhum Sheikh Zayed dan almarhum Sheikh Rashid. Besok, kita memulai persiapan untuk 50 tahun ke depan. Besok, kita akan membuktikan kepada dunia bahwa tidak ada yang mustahil bagi UEA. Besok, kita akan membawa orang Arab ke tempat terjauh di alam semesta," tulis Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Selasa, 9 Februari 2021.

Baca: Wahana Antariksa Hope Milik UEA Tiba di Mars Besok

Hope menjadi yang pertama di antara China dan Amerika Serikat (AS) yang mencapai planet merah. Jadwal Hope memasuki atmosfer Mars adalah Selasa hari ini, di mana proses pendaratan akan dimulai pada pukul 15.30 GMT atau 22.30 WIB.

Kepala Badan Antariksa UEA, Sarah Al Amiri, mengatakan bahwa misi ini dimaksudkan untuk mempelajari atmosfer Mars. Hope adalah satelit cuaca holistik pertama di planet tetangga Bumi tersebut. Ia juga ingin mencirikan sistem cuaca di sana sepanjang hari dan setiap wilayahnya.

Wahana antariksa Hope memiliki tiga instrumen utama, yaitu Emirates Mars Infrared Spectrometer (EMIRS), Emirates Exploration Imager (EXI), dan Emirates Mars Ultraviolet Spectrometer (EMUS). Keseluruhannya akan melihat atmosfer lapisam bawah dan atas.

Dua instrumen yang melihat atmosfer bawah dan mengukur sistem cuaca adalah EMIRS dan EXI. EXI memberi kita gambar oleh sebab itu EXI melihat Mars dengan warna merah, hijau dan biru. Instrumen itu juga memiliki filter untuk dapat menangkap masing-masing panjang gelombang.

Di dalam instrumen terdapat dua frekuensi ultraviolet yang akan memberi pemahaman tentang ozon dan uap air di atmosfer yang lebih rendah. Mereka juga memanfaatkan data dari EXI dan EMIRS yang mengukur suhu, awan, dan debu. Pengamatan dari kedua instrumen ini memungkinkan mereka mendapatkan gambaran tentang sistem cuaca Mars.

Hope akan berada di Mars selama satu tahun atau dua tahun waktu Bumi. Ilmuwan UEA ingin memahami apa yang terjadi di berbagai musim di planet merah itu, sehingga Hope harus mengumpulkan data sepanjang tahun dan lebih memahami fenomena secara keseluruhan.