Hore, Guru Honorer Kemendikbud dan Kemenag Bakal Dapat Subsidi Gaji

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan memperluas program penyaluran subsidi gaji untuk guru honorer. Subsidi ini diberikan untuk guru honorer Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

"Subsidi gaji akan diperluas pada guru honorer di Kemendikbud dan Kementerian Agama," kata Airlangga, Kamis (5/11/2020).

Airlangga mengatakan, para guru honorer tersebut akan mendapatkan subsidi gaji yang berasal dari dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun dia tidak menjelaskan realisasi program bantuan tersebut.

Saat ini dari target 15,7 juta penerima subsidi gaji, telah terealisasi sebanyak 12,2 juta pekerja dari gelombang I-IV. Realisasi penyaluran sebesar Rp 14,6 triliun dari total anggaran 14,8 triliun.

Sementara itu realisasi program Kartu Prakerja sudah ada 5,59 juta penerima dari total 35,1 juta pendaftar. Dari jumlah tersebut sudah ada 4,6 juta yang menyelesaikan program dan masih ada 3,8 juta yang dalam proses pelatihan.

Jawa Barat

Data yang diterima Airlangga, Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak menerima program Kartu Prakerja sebanyak 14,8 persen. Disusul Jawa Timur sebanyak 11,96 persen dan DKI Jakarta sebanyak 10,45 persen.

Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi penerima program Kartu Prakerja karena dua provinsi tersebut merupakan kawasan industri. Selama pandemi ini dia menilai banyak pekerja yang terdampak.

"Jabar dan Jatim ini jadi yang tertinggi karena memang provinsi tersebut banyak kawasan industri yang terdampak," kata dia.

Dia menambahkan pada program penyaluran bantuan presiden produktif, telah tersalurkan sebesar Rp 22,1 triliun dari total anggaran Rp 28,8 triliun. Pada program ini sudah ada 9,2 juta pelaku usaha mikro yang menerima bantuan dari target 12 juta penerima.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Siap-Siap, Subsidi Gaji Gelombang II Cair Akhir Pekan Ini

Para pekerja menyelesaikan proyek Tol Becakayu di Jalan Ahmad Yani, Senin (26/10/2020). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang kedua akan cair pada awal November 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Para pekerja menyelesaikan proyek Tol Becakayu di Jalan Ahmad Yani, Senin (26/10/2020). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang kedua akan cair pada awal November 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas Pemulihan dan Trasnformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) memastikan bantuan subsidi gaji gelombang II akan segera dicairkan dalam waktu dekat ini.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji gelombang kedua tersebut akan mulai tersalurkan di akhir pekan ini.

"Rencana akhir minggu ini gelombang kedua akan salurkan subsidi gaji kepada 12,4 juta penerima," ujar Budi dalam sesi teleconference, Rabu (4/11/2020).

Budi menyampaikan, total pagu anggaran yang dipersiapkan untuk subsidi gaji ini sebesar Rp 30 triliun. Nominal tersebut telah terpangkas separuhnya pada sesi penyaluran di gelombang pertama.

"Dalam 1,5 bulan ini akan kita selesaikan setengahnya lagi. Ini merupakan program utama yang kita kejar," seru Budi.

Seperti diketahui, program bantuan subsidi gaji ini merupakan bantuan dari pemerintah kepada para pekerja formal dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan. Para penerimanya merupakan peserta aktif yang terdata sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan ini diberikan selama dua gelombang, yakni sebesar Rp 1,2 juta per masing-masing gelombang, atau sekitar Rp 600 ribu per bulan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: