Hore! Kemenkes Sepakati 50 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Indonesia

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Kabar baik untuk vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyepakati perjanjian dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE untuk mendapatkan 50 juta dosis vaksin COVID-19 (BNT-162b2) sepanjang tahun 2021.

Meski tidak diungkapkan nilai perjanjiannya, namun kesepakatan ini didasarkan pada waktu pengiriman dan volume dosis yang disepakati.

"Perjanjian ini merupakan sebuah langkah penting untuk menghadirkan vaksin COVID-19 untuk melindungi kesehatan masyarakat di Indonesia, memulihkan perekonomian dan mempercepat kembalinya kehidupan normal bagi masyarakat Indonesia,” kata Stephen Leung, Country Manager PT Pfizer Indonesia.

Pfizer dan BioNTech menargetkan untuk memproduksi vaksin COVID-19 sebannyak 3 miliar dosis secara global hingga akhir tahun 2021. Ini dengan asumsi pelabelan enam dosis yang diperbarui, perbaikan proses secara terus menerus, perluasan fasilitas produksi yang ada, serta melalui penambahan pemasok baru dan produsen kontrak.

Segera dapat izin BPOM

Ilustrasi/copyrightshutterstock/sri widyowati
Ilustrasi/copyrightshutterstock/sri widyowati

Vaksin COVID-19 Pfizer BioNTech merupakan vaksin COVID-19 yang berbasis teknologi mRNA milik BioNTech. Uji klinis terhadap BNT 162b2 Tahap 3 dimulai pada akhir Juli 2021 dan pendaftaran atas produk vaksin ini diselesaikan pada Januari 2021.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito menyebut akan menerbitkan izin Emergency Use Authorization dalam waktu dekat untuk vaksin COVID-19. Rencananya, vaksin Pfizer akan datang ke Indonesia pada Agustus 2021.

Vaksin COVID-19 Pfizer akan menjadi vaksin keena yang mendapatkan izin penggunaan di Indonesia. Setelah sebelumnya vaksin Moderna yang telah mendapatkan izin terlebih dahulu pada 2 Juli 2021.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel