Hore, Ojol dan Ojek Pangkalan di Jatim Bakal Dapat Bansos Rp600.000

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 600.000 kepada 24.271 tukang ojek. Penerima bansos ini tak hanya untuk pengemudi ojek online, tetapi untuk para pengemudi ojek pangkalan yang ada di Jawa Timur.

"Ini untuk ojek online dan ojek pangkalan. Kalau ojek online saja nanti yang pangkalan bisa komplain," kata Emil dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/9).

Setiap bulannya penerima bansos akan mendapatkan Rp 150.000 selama 4 bulan atau Rp 600.000. Namun penyaluran bantuan diberikan secara bertahap dengan dibayarkan 2 kali per 2 bulan.

"Bantuan yang diterima Rp 150.000 per orang dan per bulan. Tapi dibayarkannya 2 kali sehingga totalnya Rp 600.000," kata tutur Emil.

Sehingga total anggaran yang disiapkan untuk bansos tukang ojek ini sebesar Rp 14,56 miliar. Dana tersebut diambil dari gabungan 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) dan Dana Desa yang diamanatkan untuk penanganan dampak inflasi sebesar Rp 263 miliar.

Adapun untuk pendataanya, Emil menyebut akan menggunakan data penerima bansos saat awal pandemi Covid-19. Namun sebelum disalurkan, pihaknya akan melakukan pembaharuan data.

"Ini akan menggunakan data yang kita punya waktu bansos di tengah pandemi dan kita up date agar tetap akurat," kata dia.

Penyaluran bansos kepada pengemudi ojek ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk memberikan bansos kepada masyarakat yang rentan terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sehingga bisa membantu pemenuhan operasional pengemudi ojek akibat kenaikan harga. [azz]