Hotel di Solo Penuh saat Muktamar Muhammadiyah, Ini Antisipasi Gibran

Merdeka.com - Merdeka.com - Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo, 18-20 November 2020, diperkirakan akan dihadiri sekitar 3 juta orang. Saat ini hampir seluruh hotel berbintang di Solo dan sekitarnya telah habis dipesan pada periode kegiatan itu.

Lokasi muktamar sendiri bakal berlangsung di sejumlah tempat di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yakni Edutorium di wilayah Solo, Gedung Siti Walidah di Kartasura Sukoharjo dan De Tjolomamadu Karanganyar.

"Yang pasti hotel hotel bintang 5, bintang 4, bintang 3 dan di bawahnya sudah ter-booking semua," ujar Gibran seusai rapat bersama panitia muktamar di balai kota, Kamis (15/9).

Untuk mengantisipasi kekurangan kamar, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan TNI, Polri, hingga sekolah. Ia berharap mereka bisa membantu untuk menyediakan ruangan yang ada untuk penginapan para penggembira.

"Nanti ada dukungan dari TNI-Polri untuk mess untuk transit dan tempat tinggal sementara. Mungkin ada sekolah kita yang dimanfaatkan untuk transit juga. Terutama untuk acara puncak pembukaan tanggal 19," katanya.

Kota Alternatif

Untuk alternatif lain, ia juga menyampaikan ke panitia, kemungkinan para tamu menginap di Semarang atau kota lain yang masih bisa terjangkau.

"Lalu saya utarakan tadi, Solo itu kan lokasinya strategis, jadi nanti tamu-tamu untuk menginap di Semarang atau kota lain masih bisa terjangkau. Akses tol kan enak," katanya.

Sementara untuk akomodasi, menurutnya, sudah disiapkan oleh panitia. Pemkot Solo akan mendukung untuk suttle bus atau lainnya.

"Saya juga minta tolong dikondisikan dan di-sounding-kan juga dengan para tamu muktamar, kita di Solo ada BST gratis dari pagi bisa sampai jam 9 malam," katanya.

Jika jumlah tamu besar, lanjut Gibran kemungkinan akan ada penambahan armada. Untuk penggunaan gedung sekolah, karena acaranya hari Sabtu dan Minggu kemungkinan besar bisa direalisasikan.

"Arahan Pak Rektor tadi sekolah di sekitar Manahan, tapi akan dikondisikan dinas pendidikan," jelasnya.

Kapasitas Hanya 7.000 Kamar

Terpisah Pejabat Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Solo Sistho A Srestho mengatakan, kapasitas jumlah kamar hotel di Solo dan sekitarnya hanya sebanyak 7 ribu kamar. Jumlah itu tidak mampu menampung seluruh penggembira maupun tamu muktamar.

Sistho menyebut total 7 ribu kamar terdiri dari berbagai tipe klasifikasi hotel di Solo dan sekitarnya. Baik hotel berbintang maupun tidak berbintang namun belum termasuk guest house dan homestay.

"Peserta muktamar memang 7 – 10 ribu orang saja tapi banyak juga tamu pendamping dan penggembira yang juga akan hadir ke event tersebut. Totalnya hingga 3 juta orang ,kalau seperti ini tidak hanya hotel hotel Ring 1 lokasi event saja yang penuh, tapi semua hotel di Solo dan sekitarnya bahkan hotel di kota tetangga bakal ikut kecipratan karena keterbatasan hotel di Solo dan sekitarnya,” kata Sistho

Sistho yang juga General Manager The Alana Hotel and Conventions Center mengaku hotelnya sudah penuh reservasi untuk periode Mukhtamar. Sebesar 80 persen sudah terbooking sisanya masih di cadangkan untuk tamu walk in saat hari H. [yan]