HPN 2021, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Tanpa Media Bangsa Ini Tak akan Maju

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, keberadaan pers sangat dibutuhkan, bahkan tanpa pers atau media massa bangsa ini tidak akan pernah maju. Karena pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

"Itu semua dibutuhkan masyarakat dalam membangun kehidupan," hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat mengikuti dialog virtual dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, yang membahas tema 'Pertarungan Media Massa Konvensional di Era Digital', Senin, 8 Februari 2021, dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan.

Disebutkan, Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadi wartawan harus benar-benar orang terpilih, karena dalam bermedia butuh kepercayaan, butuh menerima informasi, dan memberikan informasi untuk membangun kehidupan.

"Kita perlu komunikasi dua arah, sehingga wartawan dan media benar-benar dibutuhkan untuk kemajuan, tanpa media bangsa kita tak akan pernah maju," ujarnya.

Dalam pertemuan yang dilakukan secara virtual bersama dengan beberapa pimpinan surat kabar yang ada di Sumut, Gubernur Edy turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman Oemar.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Peran Media Daring

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengikuti dialog virtual menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengikuti dialog virtual menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021

Disampaikan Edy, saat ini bila melihat letak geografis Sumut, maka peran media daring sangat diuntungkan. Sebab, era digital sangat menguntungkan media online, karena tidak semua wilayah di Sumut bisa dijangkau media cetak, namun ada orang yang punya kepentingan yang tidak terpuaskan.

"Sehingga melakukan kegiatan yang kontraproduktif, mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap media online," ucapnya.

Menurut Edy, pada satu sisi media konvensional perannya juga masih dibutuhkan. Hal itu terjadi karena beritanya lebih diulas dan lengkap, serta dapat dibaca berulang-ulang.

"Sehingga masyarakat lebih mudah memahami isi berita," sebutnya.

Terdampak Covid-19

Ilustrasi media cetak. Unsplash/Bank Phrom
Ilustrasi media cetak. Unsplash/Bank Phrom

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Hermansyah, yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan, saat ini di Sumut sudah banyak media konvensional yang berhenti terbit.

"Ada dua media berhenti (tidak tertib) sejak awal tahun 2019, dengan berhentinya dua media ini tentunya mempengaruhi kinerja wartawan," terangnya.

Hermansyah juga mengatakan, pandemi Covid-19 ikut membuat terpuruknya keadaan media konvensional. Bahkan tidak hanya media cetak, media online juga terdampak akibat pandemi.

"Kita beruntung di Sumut, gubernur kita peduli dengan kesusahan kita, beliau memberikan apresiasi untuk media yang ada di Sumut," tandasnya.

Saksikan Video Menarik Berikut ini: