HSBC Yakin Kecepatan Vaksinasi Jadi Sentimen Positif Ekonomi RI

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Commercial Banking PT Bank HSBC Indonesia, Eri Budiono, menjelaskan bahwa dari sisi sentiment positif, program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah saat ini diyakini akan sangat memberikan momentum bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Apalagi, lanjut Eri, kalau pemerintah Indonesia bisa mencapai tingkat vaksinasi hingga 700 ribu per hari, dengan bantuan berbagai pihak seperti misalnya melalui program vaksinasi gotong royong, maka diharapkan hal itu akan mampu mendorong peningkatan permintaan secara cepat karena sudah tidak tertahankan lagi.

"Sebagaimana yang terjadi di Inggris, di mana pemerintah Inggris telah menvaksinasi lebih dari seperempat penduduknya," kata Eri dalam telekonferensi, Selasa 9 Maret 2021.

Faktor lain menurut Eri adalah adanya trend ekonomi digital, di mana selain perbankan digital, sektor lain seperti e-commerce, logistic, telecommunication, tower company, warehouse logistic, juga akan tumbuh.

"Menarik memang sektor e-commerce ini, mengingat pengguna kita kabarnya sudah melebihi populasi. Dan juga dengan adanya financial inclusion akan memberikan peluang ke para UMKM," ujarnya.

Eri menambahkan, keinginan pemerintah membawa UMKM ke platform global seperti di Korea, China, India, dinilai HSBC sebagai peluang karena sebagai bank HSBC memiliki international network.

"Dan kami ingin sekali membawa UMKM ke platform global, di mana tentunya banyak hal yang bisa kita bantu mulai dari bagaimana mereka meng-handle dispute, dan mendesain virtual tokonya dengan bagus," kata Eri.

Dia juga menjelaskan bahwa trend perbankan digital khususnya di segmen corporate banking sudah naik pesat sejak pandemi. Sehingga ke depan bank-bank akan berlomba untuk melayani kliennya secara digital.

"Dan untuk ini, HSBC sendiri sudah siap dengan pemberlakuan remote working, flexible hours, bahkan sampai moms hours. Layanan lewat saluran digital akan terus diperkuat seiring dengan berkurangnya trend layanan kantor cabang," ujar Eri.

"HSBC melihat cost to serve akan jauh lebih rendah lewat saluran digital. Dari sisi kecepatan untuk memproses dan potensi untuk meminimalisir fraud-nya pun lebih baik. Bank dalam hal ini perlu berinvestasi agar memiliki sistem yang resilience dan tidak mudah diterobos para hacker," ujarnya.