HTI Tuntut Pembuat Film Innocence of Muslims Dihukum Mati

TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Malang menuntut Sam Bacile, pembuat film Innonce of Muslim dihukum mati. Sebab, film tersebut mereka klaim menghina nabi Muhammad, Sabtu (15/9/2012).

Dalam aksinya, puluhan mahsiswa tersebut terus berteriak menyerukan hukuman mati kepada si pembuat film. Dan mengajak para pengguna jalan untuk ikut bergabung untuk menuntut hukuman kepada si pembuat film.

Syaiful Wijayanto, Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan dalam film tersebut, sipembuat dengan jelas menghina Nabi Muhammad sebagai seorang perdofil, seorang penipu, dan lelaki hidung belang.

"Film tersebut benar-benar menghina dan merupakan fitnah yang sangat besar. Dan film tersebut hanya bersifat subyejtif saja," ujar mahasiswa UIN jurusan PAI ketika ditemui melakukan aksi di depan Balaikota Malang, Sabtu (15/9/2012).

Menurutnya, sangat wajar jika umat muslim termasuk anggota HTI ini marah, karena menyimpan rasa untuk membela kehormatan nabi Muhammad. Mereka juga mengutuk pembuat dan penyebar film yang sangat menghina nabi.

Syaiful menambahkan, yang paling membuat marah dan tanda tanya bagi anggota organisasi ini adalah si pembuat film berdalih pembuatan film tersebut merupakan bagian dari kreasi.

"UNtuk itu, kami menyerukan kepada seluruh umat islam untuk bahu membahu membela kehormatan Nabi dan menolak dengan keras faham yang tidak islami, sekularisme dan liberalisme," ujarnya.

Puluhan mahasiswa ini gabungan dari anggota HTI di beberapa kampus di Malang. Mereka longmarch dari Stadion Gajayana hingga Balaikota Malang.

Jawa
  • Kulit Durian Bisa Jadi Baterai
  • 150 Santri Syaichona Cholil Bangkalan Keracunan
  • Istri Dihamili Tetangga, Carok!
  • Uang Hasil Kerja Keyko Raib
  • Gubernur Jabar: Aneh Kalau Umat Islam Tidak Tersinggung
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.