Huawei Belum Menyerah

Lazuardhi Utama
·Bacaan 1 menit

VIVA – Senyum semringah mengembang di wajah Pendiri dan Kepala Eksekutif Huawei Ren Zhengfei. Untuk kali pertamanya, ia tampil di hadapan media internasional setelah lebih dari satu tahun tiarap. Ren muncul untuk meredam rumor bahwa Huawei ingin menjual bisnis smartphone-nya.

"Kami tidak akan menjual bisnis smartphone. Tidak akan pernah," tegas dia, seperti dikutip dari situs GSM Arena, Kamis, 11 Februari 2021. Selain itu, Ren juga mengembalikan harapannya untuk berbisnis komponen dan peralatan telekomunikasi dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden.

Baca: Lepas dari Huawei, Honor Bakal Didukung Ekosistem Google

Ia menyampaikan kesediaannya untuk berbicara secara pribadi dengan Joe Biden dan menguraikan manfaat hubungan timbal balik dari perdagangan bilateral antara perusahaan AS dan Huawei.

“Mengizinkan perusahaan AS untuk memasok barang ke pelanggan China itu sangat kondusif bagi kinerja keuangan mereka. Jika kapasitas produksi Huawei meningkat, maka perusahaan AS dapat menjualnya lebih banyak. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan," jelas Ren.

Ia meyakini jika pemerintahan baru AS akan mempertimbangkan sekaligus menyeimbangkan hubungan timbal balik ini saat ingin mengeluarkan kebijakan. Selain itu, Ren berkomentar bahwa perusahaannya tidak memiliki energi untuk terlibat dalam pusaran politik.

"Saya percaya bahwa pengembangan jaringan 5G Huawei adalah kunci bagi semua pemain utama ponsel pintar (smartphone) ke depannya. Saya pun masih punya harapan bisa membeli banyak komponen, suku cadang, dan mesin dari perusahaan AS," ungkapnya.

Ia lalu memberi iPhone 12, yang dinilai sebagai smartphone terbaik di dunia, serta memberikan pujian tinggi atas kesuksesan Apple di industri ini.

Ren juga menyebutkan bahwa Huawei membangun kekuatan infrastruktur 5G di jaringan tertentu di Eropa, di mana pelanggan kelas atas menggunakan iPhone 5G dalam upaya untuk menunjukkan betapa pentingnya bekerja sama dengan Huawei.