Huawei dan Telkomsel Kolab, Ini Alasannya

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel bersama Huawei Indonesia menuntaskan program kolaborasi pengembangan potensi sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kompetensi di bidang digital.

Keduanya menggelar lebih dari dua ratus pelatihan kepemimpinan dan teknologi digital selama satu tahun, yang meliputi penguatan kesiapan menjelang kehadiran teknologi 5G, Cloud, Internet of Things (IoT), Big data analytics, kecerdasan buatan (AI), Customer Experience Management (CEM), dan Service & Experience Quality (SEQ).

Baca: Jangan Coba-coba Pakai Subsidi Kuota Internet untuk Media Sosial

Program kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan transformasi digital di salah satu anak usaha Telkom itu yang kian inklusif sebagai perusahaan telekomunikasi yang mencakup transformasi dari sisi SDM, proses, serta teknologi.

Dengan pengkajian sejumlah studi global, program tersebut diharapkan turut berkontribusi dalam memperkuat SDM Telkomsel setingkat manajer untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan digital mereka di berbagai domain, seperti kepemimpinan strategis, tren bisnis dan teknologi, serta transformasi organisasi.

"Kolaborasi ini merupakan tonggak perjalanan kami yang selaras dengan upaya perusahaan dalam meningkatkan SDM ke level berikutnya," kata Chief Human Capital Officer Telkomsel, R. Muharam Perbawamukti, Kamis, 18 Maret 2021.

Lebih dari dua ribu SDM Telkomsel berpartisipasi dalam program inkubasi yang digelar oleh Huawei Indonesia bersama Telkomsel pada tahun lalu, dan merupakan tindaklanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antar dua perusahaan tersebut pada November 2019.

Sementara itu, Account Director Huawei Indonesia, Steven Wang, melihat bahwa kapabilitas dan kompetensi SDM di bidang teknologi digital memainkan peranan yang sangat penting dalam mengakselerasi visi dan misi besar sebuah perusahaan.

Ia menambahkan, Huawei percaya jika peluang, kompetensi SDM, teknologi, dan produk adalah kekuatan pendorong utama untuk pengembangan perusahaan. Keempatnya saling mempengaruhi. Peluang dan teknologi mendorong kompetensi SDM, teknologi mendorong lahirnya produk-produk, dan produk mendorong terciptanya lebih banyak peluang.

“Ini adalah sebuah siklus. Karena, bisnis telah bertransformasi menjadi perusahaan digital, maka inkubasi dan transformasi talenta digital sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan bisnis di masa depan dengan lebih baik," tutur Steven.