Huawei hibahkan "inverter" energi surya untuk Green School Bali

·Bacaan 3 menit

Huawei menghibahkan inverter energi surya untuk Sekolah Ramah Lingkungan Green School Bali sehingga bisa membantu mengurangi jejak karbon di lingkungan sekolah tersebut dan bisa membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Menariknya para murid di Green School dilibatkan membantu proses pemasangan dan instalasi panel-panel surya di lingkungan sekolah mereka sekalogus mempelajari proses terciptanya energi terbarukan.

“Perlindungan terhadap kelestarian lingkungan menjadi salah satu pilar strategi Huawei untuk mendorong terwujudnya pengembangan pengembangan yang berkesinambungan, selaras dengan visi Green School Bali. Sebagai salah satu upaya kami yang berkesinambungan dalam mendukung masyarakat setempat secara progresif beralih pada penggunaan energi surya, kami antusias mendukung inisiatif kepedulian lingkungan yang digalang oleh Green School Bali dalam menekan jejak karbon sedemikian rupa dengan menawarkan solusi energi surya yang cerdas,” ujar Managing Director of the Huawei Asia-Pacific (APAC) Enterprise Digital Power Business Bruce Lee dalam keterangannya, Rabu.

Baca juga: Huawei dukung IATF ITB selenggarakan vaksinasi massal

Energi surya yang merupakan energi terbarukan diharapkan bisa menjadi pembangkit daya listrik utama di 2050.

Berkaca pada fakta itu, sebagai bentuk kepedulian Huawei maka pemberian inverter bertenaga surya itu dilakukan khususnya untuk sekolah yang mengajarkan pentingnya kelestarian lingkungan bagi para siswanya yang berusia 3-18 tahun itu.

Green School Bali didirikan pada 2008 di Indonesia dengan misi mengedukasi generasi muda untuk bisa menjaga kelestarian lingkungan dan alam.

“Hibah inverter panel surya ini membantu kami mewujudkan misi tersebut, berkat kemampuannya memangkas emisi gas karbondioksida hingga sekitar 3,5 ton per bulan. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh seluruh mitra dalam mewujudkan mimpi kami ini. Kontribusi yang dilakukan Huawei memberi inspirasi bagi anak-anak kami dalam turut memelopori gerakan dalam mewujudkan kehidupan yang berkesinambungan,” ujar pendiri Green School Bali John Hardy.

Hingga Agustus 2021, Greenc School Bali telah memiliki sistem PV surya yang terdiri dari 118 panel PV surya untuk membangkitkan energi listrik dari cahaya matahari, pembalik inti untuk mengubah DC menjadi 220 AC untuk penggunaan sehari-hari, dengan kapasitas penyimpanan baterai berbasis asam sebesar 72 kWh sebagai cadangan ketika matahari terbenam.

Inverter energi surya yang diberikan Huawei pun dinilai mudah untuk digunakan dan membantu anak- anak di Green School Bali dengan lebih baik memahami proses terciptanya energi terbarukan itu.

Anak- anak di Green School Bali mempelajari pemasangan inverter tenaga surya hibah dari Huawei dan proses energi terbarukan tercipta. (ANTARA/HO/Huawei)
Anak- anak di Green School Bali mempelajari pemasangan inverter tenaga surya hibah dari Huawei dan proses energi terbarukan tercipta. (ANTARA/HO/Huawei)

“Mesin inverter hibah dari Huawei sangat ringan dan bentuknya ringkas. Proses instalasi dan penyetingan konektivitas ke jaringan begitu mudah dilakukan. Selain itu, terdapat lampu LED yang bisa juga berfungsi sebagai indikator untuk mengetahui sekilas bagaimana status operasional dari mesin inverter tersebut," kata Renewable Energy Advisor untuk Green School Bali Anthony Vovers menjelaskan singkat tentang inverter surya dari Huawei.

Mesin inverter Huawei SUN2000-10KTL-M0 memberikan tingkat efisiensi energi mencapai 98,6 persen serta dengan biaya perawatan yang minim.

Bantuan itu diharapkan dapat mendukung Green School Bali melompat ke jenjang berikutnya dalam upaya mereka turut berkontribusi menciptakan dunia yang inovatif dan makin berkesinambungan.

“Huawei berkomitmen untuk menggunakan energi bersih dan terbarukan dalam membangun kampus-kampus hijau yang rendah emisi karbon. Instalasi peranti PV yang dibangun di kampus-kampus Huawei memiliki total kapasitas hingga 19,35 MW dan mampu menghasilkan energi listrik sebesar lebih dari 12 juta kWh pada 2020 lalu. Angka ini ekuivalen dengan terpangkasnya lebih dari 5.985 ton emisi karbondioksida,” imbuh Bruce Li.

Digital power yang dikembangkan Huawei diklaim menjadi yang terdepan di industri energi.

Selain itu layanan ini sudah melayani hampir sepertiga dari total populasi dunia di lebih dari 170 negara maupun kawasan.

Penerapan peranti Huawei di Green School Bali menjadi salah satu contoh teknologi Huawei mampu memberi secercah sinar menuju terwujudnya masa depan yang cerah dan berkesinambungan serta dalam mencetak inovator-inovator baru yang punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Baca juga: Tim pembela klaim tak ada bukti Meng Wanzhou lakukan penipuan

Baca juga: Huawei ampu kelas lanjutan AI untuk mahasiswa dan umum

Baca juga: Kegiatan pengembangan SDM cakap digital mendesak untuk digelar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel