Huawei Indonesia Sebut Konektivitas Bakal Jadi Tantangan 5G Mining di Tanah Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Director ICT Strategy and Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi, mengatakan bahwa saat ini teknologi 5G mining telah menjadi prioritas di tingkat global untuk meminimalisir tingginya risiko kecelakaan kerja di sektor pertambangan.

Pun dalam perhelatan Huawei Connect 2022 di China pada Senin (7/11), Huawei memperkenalkan teknologi 5G mining untuk kendali jarak jauh di sektor pertambangan batu bara yang memungkinkan adanya peningkatan keamanan produksi.

Rosidi berpendapat bahwa teknologi ini berangkat dari kondisi di mana cukup banyak rekrutmen karyawan di industri tambang dunia, tetapi hanya sedikit yang mendaftar karena risiko yang tinggi tersebut. Namun, industri tetap membutuhkan sumber daya sehingga perlu adanya inovasi.

"Ketika kita bicara mengenai mining industry, kita butuh banget resource di tengah demand yang tinggi, tapi industri kekurangan orang, nggak banyak yang tertarik. Akhirnya agar tetap jalan, resource-nya harus digantikan. Dengan apa? Ya dengan teknologi," kata Rosidi kepada Merdeka.comdi Jakarta, Selasa (8/11).

Di Indonesia sendiri, Rosidi memperkirakan kebutuhan akan teknologi ini ke depannya akan cukup besar. Ia menilai bahwa dari segi sumber daya, supply dan demand untuk teknologi ini sangat seimbang.

Dengan 5G, pertambangan bisa diidentifikasi dengan memanfaatkan kamera yang mumpuni. Pun untuk operasionalnya, seperti kegiatan mengeruk tambang, dapat dikendalikan oleh pekerja secara remote atau jarak jauh. Oleh karena itu, konektivitas area tambang menjadi tantangan dalam penerapan teknologi ini karena akan berpengaruh terhadap latensinya.

"Sehingga nanti ada sedikit challenge terkait bagaimana konektivitasnya di sana, jangan sampai justru memperlambat," kata Rosidi.

Menurut dia, di sana akan muncul istilah private network 5G for business, di mana industri memiliki jaringan sendiri sebagai upaya menyediakan konektivitas yang tinggi. Selain itu, Rosidi cukup yakin bahwa teknologi 5G mining ini akan berjalan di Indonesia sehubungan dengan tingginya permintaan dan kebutuhan.

"Menarik sih, harusnya jalan, kan ada demand-nya," ujar Rosidi.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian [faz]