Huawei Jatuh Jadi Berkah Buat Vivo

·Bacaan 2 menit

VIVA – Counterpoint Research melaporkan bahwa Vivo naik ke posisi teratas di pasar China pada April 2021. Baru-baru ini seorang analis dari perusahaan riset itu telah memposting tulisan menarik tentang bagaimana Vivo berhasil tumbuh begitu pesatnya.

Kejayaan Vivo dimulai dengan jatuhnya Huawei. Sementara Honor yang saat ini sudah lepas dari Huawei alias independen juga berhasil merebut kembali beberapa pangsa pasar yang hilang, misalnya dengan produk baru mereka jajaran Magic 3 yang dikhususkan bagi pengguna kelas atas.

"Harga adalah faktor utama," tegas analis Counterpoint Research, seperti dikutip dari situs GSM Arena, Jumat, 27 Agustus 2021. Vivo telah mengatur penawarannya dengan rapih, di mana untuk seri Y mencakup pasar dengan harga US$300 atau Rp4,3 juta. Kemudian, seri S beroperasi di kisaran harga US$300-550 atau Rp4-8 jutaan.

Terakhir, seri X yang fokus pada segmen pasar kelas atas dengan harga Rp7,7 juta. Vivo X60 juga telah berhasil mendongkrak profil perusahaan. Lalu, model yang lebih murah juga menjadi primadona yang kuat. Seri Y misalnya yang menyumbang setengah dari pasar di kalangan harga Rp4,4 juta di China.

Bahkan, Vivo juga memiliki ponsel 5G dengan harga cukup murah atau hanya Rp2,8 juta. "Itu jelas menjadi prestasi yang mengesankan di saat industri teknologi kekurangan chip yang menyebabkan produsen chip menjual ponsel dengan harga mahal," ungkap analis Counterpoint Research.

Namun, perusahaan induk Vivo, BBK, telah membangun rantai pasokan yang kuat sehingga memungkinkan anak perusahaannya menekan biaya lebih terjangkau. Vivo juga fokus pada distribusi offline yang masih cukup populer di beberapa wilayah di China.

Oppo dan Vivo sama-sama mengendalikan sekitar 70 persen pasar offline di negeri Tirai Bambu. Sementara merek iQOO melakukan yang sebaliknya pada distribusi online dan mendapatkan perhatian dari konsumen Generasi Z. Vivo juga menjadi sponsor Honor of Kings King Pro League (KPL), kompetisi eSports premier di China, dan sponsor resmi Euro 2020.

Pada akhir Juli kemarin, Vivo telah menjadi merek terlaris untuk Q2 2021 yang diikuti oleh Oppo, Xiaomi, Apple, dan Honor yang telah resmi pisah dari Huawei. Sayangnya, Huawei terhempas dari daftar lima besar smartphone di China.

Pasar Huawei secara keseluruhan menyusut setiap tahunnya, di mana sebagian besar penyebabnya karena pukulan keras pada bisnis smartphone. Mantan pemimpin pasar itu kini masuk pada kelompok 'Lainnya'.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel