Huawei Siapkan Smartphone Lipat dengan Desain Clamshell

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Huawei merupakan salah satu vendor yang meramaikan pasar smartphone lipat. Kini laporan mengenai smartphone lipat baru perusahaan kembali beredar.

Dilansir dari GSM Arena, Selasa (27/10/2020), Huawei dilaporkan sedang menyiapkan smartphone lipat dengan desain clamshell. Desain tersebut mirip dengan smartphone lipat Galaxy Z Flip dan Motorola Razr.

Huawei telah mengajukan paten desain clamshell tersebut kepada China National Intellectual Property Office pada April lalu.

Berdasarkan gambar, ponsel tersebut mirip dengan Galaxy Z Flip. Namun, layar luar dari Huawei lebih besar, sehingga kemungkinan tidak hanya berfungsi untuk menampilkan notifikasi dan jam.

Selain itu terlihat ada dua kamera di samping layar tersebut. Keduanya merupakan kamera belakang.

Kendati demikian sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Huawei mengenai smartphone tersebut. Informasi waktu peluncurannya pun belum ada.

Swedia Blokir Peralatan 5G Milik Huawei dan ZTE

Device Laboratory milik Huawei di Beijing, Tiongkok. Liputan6.com/Andina Librianty
Device Laboratory milik Huawei di Beijing, Tiongkok. Liputan6.com/Andina Librianty

Lebih lanjut, Swedish Post and Telecom Authority (PTS) mengumumkan empat perusahaan yang disetujui mengikuti lelang spektrum 5G. Salah satu persyaratan lisensi yang diberlakukan adalah tidak boleh menggunakan produk dari Huawei dan ZTE.

Persyaratan lain yaitu operator telekomunikasi harus menghapus peralatan Huawei dan ZTE dari infrastruktur yang ada sekarang dengan batas waktu hingga 1 Januari 2025.

Selain kedua hal tersebut masih ada beberapa persyaratan lain, seperti fungsi sentral yang harus dilakukan di Swedia. Selain itu, pemegang lisensi nantinya harus memastikan penggunaan pita frekuensi 5G tersebut tidak membahayakan keamanan Swedia.

Empat persyaratan utama itu diputuskan melalui koordinasi dengan Swedish Armed Forces dan Swedish Security Service.

Keputusan Swedia

Swedia merupakan negara Eropa besar kedua yang mengeluarkan keputusan semacam itu, setelah sebelumnya Inggris memutuskan penggunaan peralatan Huawei dari jaringan 5G dihapus sepenuhnya dari negara tersebut dengan batas waktu hingga 2027.

Menurut laporan Reuters, Huawei dan ZTE belum memberikan tanggapan atas keputusan pemerintah Swedia tersebut. Namun, keputusan ini diprediksi akan memengaruhi penyedia peralatan 5G lain seperti Ericsson yang berasal Swedia dan Nokia di Finlandia.

Reuters menyebut pemblokiran Huawei dan ZTE itu dilakukan karena Tiongkok yang merupakan basis kedua perusahaan, digambarkan sebagai "salah satu ancaman terbesar bagi Swedia."

(Din/Why)