Hubungan 5 Pelatih - Pemain Terhebat dan Paling Fenomenal: Juaranya Ferguson - Ronaldo, Saling Respek dan So Sweet

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah. Permainan ini lebih indah daripada itu, tak melulu hanya soal skor di lapangan.

Ya, sepak bola sudah banyak berubah. Perubahan akan terus terjadi seiring bergulirnya zaman.

Sepak bola adalah permainan tim, dan hubungan yang terbentuk hampir selalu bertahan seumur hidup. Belakangan ini, jarang pelatih yang mampu bertahan lama di seniah klub. Pemain yang bisa setia di satu klub dalam waktu yang lama juga sudah langka.

Namun, ada beberapa pelatih yang mampu membangun hubungan yang sangat baik dengan pemain mereka. Jumlahnya memang tidak berlimpah.

Hubungan pemain-pelatih tertentu telah mendefinisikan olahraga dan mengubah permainan sepak bola.

Berikut ini lima hubungan pelatih-pemain yang terhebat, kompak, dan bergelimang prestasi di sepak bola seperti dikutip dari Sportkeeda.

5. Johan Cruyff - Rinus Michel

Johan Cruyff - Legenda sepak bola dunia ini memulai karier di Ajax Amsterdam pada periode 1964 hingga 1973 sebelum akhirnya pindah ke Barcelona. Menorehkan catatan fantastis 190 gol dalam 240 penampilan bersama de Amsterdammers. (AFP/Cor Mulder)
Johan Cruyff - Legenda sepak bola dunia ini memulai karier di Ajax Amsterdam pada periode 1964 hingga 1973 sebelum akhirnya pindah ke Barcelona. Menorehkan catatan fantastis 190 gol dalam 240 penampilan bersama de Amsterdammers. (AFP/Cor Mulder)

Johan Cruyff adalah salah satu pemain terhebat dan salah satu pelatih sepakbola terhebat yang pernah ada. Pria asal Belanda itu, bersama Rinus Michels, telah dipuji karena mengembangkan dan menerapkan "Total Football", gaya permainan yang berfokus pada keserbagunaan para pemain.

Cruyff dan Michels menikmati kemitraan yang sangat baik. Cruyff bermain di bawah manajemen Michels di Ajax, Barcelona, dan tim nasional Belanda, dan keduanya juga sangat sukses. Sepak bola berutang banyak pada Cruyff dan Michels.

4. Thierry Henry - Arsene Wenger

Arsene Wenger bersama Thierry Henry (AFP/Sinead Lynch)
Arsene Wenger bersama Thierry Henry (AFP/Sinead Lynch)

Thierry Henry dianggap banyak orang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah Premier League. Tapi, banyak yang bertanya-tanya apakah sang penyerang bisa mencapai kesuksesan tersebut jika tanpa bimbingan Arsene Wenger.

Bakat Henry tidak diragukan lagi selama kiprahnya di AS Monaco. Saat itu, ia dilatih oleh Wenger. Penyerang Prancis itu pindah ke Juventus pada 1999 tetapi kesulitan bersinar di Italia. Dia kemudian bergabung dengan Arsenal pada tahun yang sama dan berkembang di bawah manajemen Wenger.

Wenger mulai memanfaatkan Henry sebagai striker daripada di sayap, dan pemain internasional Prancis itu segera memantapkan dirinya sebagai pemain nomor 9 kelas dunia. Henry sangat kreatif dan pencetak gol yang produktif, dan dia memuji Wenger atas prestasi hebatnya di sepak bola.

3. Zlatan Ibrahimovic - Jose Mourinho

Striker Zlatan Ibrahimovic (kiri) dan manajer Jose Mourinho (kanan). (AFP/Franck Fife)
Striker Zlatan Ibrahimovic (kiri) dan manajer Jose Mourinho (kanan). (AFP/Franck Fife)

Hari-hari ini, sulit membayangkan Jose Mourinho membuat dirinya disayangi oleh seorang pemain atau fans untuk waktu yang lama.

Namun, di masa jayanya, pria asal Portugal itu dipuja-puja. Karisma dan sifat lincah Mourinho, yang sering muncul bahkan hingga hari ini, memengaruhi fans dan para pemain. Zlatan Ibrahimovic adalah sosok yang penuh teka-teki, dan pemain asal Swedia itu menyuguhkan beberapa performa terbaik dalam kariernya di bawah manajemen Mourinho.

Ibrahimovic adalah salah satu striker terbaik generasi modern. Mantan pemain Ajax itu bermain untuk dua tim asuhan Mourinho - Inter Milan dan Manchester United. Penyerang berusia 39 tahun itu kerap mengungkapkan kekagumannya pada bos AS Roma itu.

2. Lionel Messi - Pep Guardiola

Lionel Messi saat mendapatkan instruksi dari pelatih Barcelona Pep Guardiola sebelum masuk ke lapangan pada pertandingan Liga Spanyol melawan Jerez di stadion Camp Nou di Barcelona pada 24 April 2010. (AFP/Lluis Gene)
Lionel Messi saat mendapatkan instruksi dari pelatih Barcelona Pep Guardiola sebelum masuk ke lapangan pada pertandingan Liga Spanyol melawan Jerez di stadion Camp Nou di Barcelona pada 24 April 2010. (AFP/Lluis Gene)

Pep Guardiola adalah salah satu pelatih terhebat sepanjang masa dan Lionel Messi adalah salah satu pemain terhebat yang pernah ada.

Ketika Guardiola ditunjuk sebagai pelatih Barcelona pada 2008, tak banyak yang mengetahui kualitasnya. Pria Spanyol itu segera membuktikan nilainya.

Dia memainkan peran penting dalam perkembangan Messi, sering memanfaatkan superstar Argentina itu sebagai false nine dan membantunya menjadi pemain terbaik di kancah sepak bola.

Barcelona asuhan Guardiola dipandang sebagai salah satu tim terhebat dalam sepak bola. Dipelopori oleh Messi, Xavi dan Andres Iniesta, Barcelona menyingkirkan lawan-lawan mereka dan secara konsisten memenangkan trofi selama masa jabatan Guardiola.

1. Cristiano Ronaldo - Sir Alex Ferguson

Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo (AFP PHOTO/ ANDREW YATES)
Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo (AFP PHOTO/ ANDREW YATES)

Hubungan Cristiano Ronaldo dengan Sir Alex Ferguson terjalin dengan baik. Superstar Portugal itu sering mengulangi ungkapan rasa hormatnya kepada manajer legendaris itu.

Ronaldo berkembang sebagai salah satu pemain terbaik di dunia selama periode pertamanya bersama Manchester United di bawah manajemen Ferguson. Pemain internasional Portugal itu menyebut manajer asal Skotlandia itu sebagai "bapak sepak bola", dan baru-baru ini mengakui bahwa mereka masih tetap berhubungan.

Ferguson memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan Ronaldo kembali ke Manchester United musim panas ini. Pemain berusia 36 tahun itu dilaporkan hampir bergabung dengan Manchester City dari Juventus, tetapi Ferguson turun tangan dan Manchester United bisa mendapatkan tanda tangannya.

Relasi mereka juga hangat dan manis. Saat berbeda klub, Ferguson dan Ronaldo tetap bersikap hangat saat bertemu. Satu di antaranya ketika Ferguson menunggu Ronaldo di tribune untuk mengucapkan selamat setelah kemenangan Portugal di final Euro 2016.

Sumber: Sportkeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel