Hujan dan banjir, pemohon SIM di Tangerang menyusut

MERDEKA.COM,

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Tangerang mengakibatkan jumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Metropolitan Tangerang mengalami penurunan hingga 30 persen.

Biasanya jumlah pemohon SIM rata-rata mencapai 200 orang perharinya. Namun, beberapa waktu belakangan menyusut menjadi 60 orang pemohon.

"Jumlah pemohon SIM menurun hingga 30 persen. Karena selain hampir tiap hari hujan, mereka pun khawatir terhalang banjir," kata Kepala Unit SIM, Polrestro Tangerang, AKP Kasto, Minggu (27/11).

Mulai Senin (28/1) ini, pihaknya akan memberikan pelayanan khusus kepada para korban banjir yang SIM-nya rusak atau hilang dengan cara membuka loket baru di area Polresta Tangerang.

"Bagi korban banjir yang SIM-nya rusak atau hilang, mereka bisa minta surat pengantar dari RT RW, agar mendapat pelayanan yang cepat dari petugas di loket khusus," kata dia.

Ditanya soal biaya pembuatan SIM, Kasto menjelaskan sesuai dengan ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), yaitu untuk pembuatan SIM A baru Rp 120.000 dan perpanjangan Rp 80.000. Sedangkan untuk SIM C baru Rp 100.000 dan perpanjangan Rp 75.000.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada mengatakan, selain membuka loket khusus korban banjir, pihaknya juga akan lebih mengaktifkan pembuatan SIM keliling ke daerah-daerah yang dilanda banjir, seperti Cileduk, Jatiuwung, Periuk. "Sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah itu bisa memperpanjang SIM-nya tanpa harus datang ke Polrestro Tangerang," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.