Hukum Mati dan Bikin Impoten Geng Pemerkosa di Bus Kota

Liputan6.com, New Delhi : Kasus pemerkosaan beramai-ramai seorang mahasiswi 23 tahun dalam bus kota di New Delhi, menggegerkan seantero India. Melecut polemik panas isu keamanan bagi perempuan. Masyarakat, politisi, aktivis ramai-ramai turun ke jalan, mengutuk  para pemerkosa biadab yang merendahkan harkat perempuan.

Hukuman seberat-beratnya harus diberikan pada para pelaku. "Hukuman mati sangat penting. Saya sarankan para pelaku dibuat impoten, agar mereka tobat setiap hari di sepanjang sisa hidup mereka," kata pemimpin Komnas Perempuan India (NCW),  Mamta Sharma seperti dimuat Press Trust India, Kamis (20/12/2012).

Sharma menegaskan, pemerkosaan di bus kota yang merupakan fasilitas publik, adalah kasus yang memalukan, tak hanya bagi ibukota New Delhi, tapi mencoreng muka India sebagai sebuah negara beradab.

Bagi para aktivis, tak cukup sekedar aturan memasang kaca bening pada kendaraan umum, atau meningkatkan patroli polisi. Hukuman tegas dan berat mutlak harus ditegakkan.

Di India tragedi itu menjadi perhatian luas publik juga para pejabatnya. Mendominasi headline media massa, kabarnya muncul di jam tayang utama televisi, menjadi perdebatan di parlemen.

Shah Rukh Khan Angkat Bicara

Para selebritis Bollywood juga angkat bicara. Ikut merasa terhina. "Jika kita tidak tak menghukum pemerkosa, kita yang akan dihukum -- segera. Ketika kejahatan yang tidak manusiawi terjadi di rumah dan keluarga kita sendiri," kata aktor Shah Rukh Khan di akun Twitter-nya.

"Menurutku semua pemerkosa harus dihukum mati. Tak boleh ada hal semacam dalam hidup kita. Aku merasa jijik, marah, mendengar tragedi itu," kata Salman Khan, seperti dimuat Hollywood Reporter (20/12/2012).

Artis Kareena Kapoor berpendapat, adalah memalukan hal seperti itu terjadi di sebuah kota metropolitan. "Melarang perempuan untuk tidak keluar malam bukan solusi dalam masalah ini. Sebagai perempuan modern yang hidup di zaman yang maju, aku menolak dengan tegas kalimat seperti itu."

Hal senada dikatakan artis Priyanka Chopra. "Seorang perempuan diperkosa bukan karena dia keluar malam, memakai rok mini, atau minum. Tapi  karena PELAKU BIADAB MEMPERKOSANYA!,"  tulis dia.

Korban: "Gadis Tangguh"

Pemerkosaan tragis terjadi Minggu malam waktu setempat. Korban yang baru nonton bioskop dengan teman prianya dipukuli, disiksa, diperkosa oleh setidaknya enam pria biadab. Lalu, tubuhnya yang kepayahan dilempar begitu saja dari bus yang melaju.

Korban harus menjalani lima operasi, salah satunya pengangkatan bagian usus. Perempuan malang itu harus dirawat secara intensif di ICU. Namun, Tim dokter RS Safdarjung yang merawatnya menyebutnya sebagai "gadis tangguh".

Ia kini masih berusaha keras untuk mengatasi trauma beratnya. "Ia gadis yang tangguh. Kami berharap korban bisa mengatasinya," kata Dr Mishra, yang mendampingi korban di rumah sakit.

Sampai hari ini korban belum bisa berbicara atau bergerak. Dia memberikan pernyataan secara tertulis kepada polisi  Selasa lalu, mengungkapkan apa yang terjadi di Minggu malam nahas itu.

Orang-orang di seluruh Delhi bersatu membela korban, seluruh negeri berdoa untuknya. Sikap kebersamaan yang membuat kita, warga Indonesia patut iri.

Pemerkosaan di angkutan umum bukan sekali dua kali terjadi di nusantara, terutama di ibukota Jakarta. Bahkan ada korban yang tewas. Namun realitas tragis itu tak sampai membuat membuat perubahan besar yang menjamin keamanan kaum hawa. Dengan mudah isunya tersingkirkan oleh kabar kisruh para elit politik.(Ein)