Hulman Sitorus Hampir Nangis Dengar Pidato Kekerasan terhadap Anak

Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus mengaku mau menangis saat mendengar penjelasan dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. Saat itu, Arist menjelaskan kondisi kekinian tingkat kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Pematangsiantar sendiri.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak kebanyakan justru dilakukan orang-orang terdekat. Padahal, orang terdekat ini seharusnya memberikan pengayoman dan perlindungan terhadap si anak.

Hulman mengatakan, bahwa anak membutuhkan perlindungan dari kita semua. "Angka kekerasan terhadap anak tentu tidak bisa diabaikan. Pematangsiantar juga harus mendapat perhatian, kota yang religius dan berbudaya. Namun masih kerap terjadi tindak kekerasan terhadap anak," jelas Hulman.

“Saya tadi mau menangis ketika Arist Merdeka menjelaskan kekerasan terhadap anak justru terjadi dari orang terdekat. Saya kembali ke belakang, keluarga saya dimana saat anak saya salah sedikit pun saya suruh angkat tangan dan angkat kaki, bahkan tidak luput dari pukulan,” ujar Hulman dalam sambutannya dalam acara Deklarasi Lembaga Komisi Perlindungan Anak Kota Pematangsiantar, Jumat (30/11/2012) di Convention Hall Siantar Hotel.

Pernyataan itu hanyalah sebuah refleksi dari seorang kepala keluarga yang tersadar akan tindakannya kepada anak-anaknya pada masa lalu. “Saya tidak tahu dapat perubahan dari mana, saya berubah,” ujarnya lagi.

Dikatakan Hulman, saat bersama dengan anak-anaknya, ia selalu mengingat hal itu. Dan, ujarnya, hal itu tidak akan terhapus sampai kapan pun.

Seketika, Hulman pun melanjutkan sambutannya dengan menjelaskan kondisi kekinian anak di kota yang dipimpinnya itu. Dimana, hampir 80 persen anak tidak mampu menerima pelajaran di sekolah. Akibat dari sejak kehamilan, hingga balita, makanannya tidak jelas. “Pola makan akan mempengaruhi keberhasilan anak,” ujanrya.(afr/tribun-medan.com)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.