Hunian Terintegrasi Sarana Transportasi di Bekasi Berpotensi Tinggi

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Tak berlebihan memang jika Bekasi dianggap sebagai salah satu kawasan yang diyakini punya nilai potensi investasi yang tinggi. Potensi keberadaan sejumlah industri multinasional besar yang berada di dalam kawasannya juga mendorong pemerintah membangun Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bekasi.

Salah satunya sebut saja seperti pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bekasi-Cawang. Di sisi lain, tren pencarian properti di platform Rumah.com juga terus meningkat meskipun di situasi pandemi, khususnya di wilayah Jabodetabek seperti Bekasi.

Mau punya rumah di Jatibening, Bekasi, dengan harga di bawah Rp700 juta? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Kuartal IV 2020, Bekasi juga menjadi salah satu kawasan di Jabodetabek yang paling tinggi tingkat pencariannya. Pada kuartal ketiga 2020 ini, Bekasi mengalami peningkatan pencarian yang sangat signifikan.

LRT Dorong Tingginya Minat Pencarian Properti di Bekasi

Pembangunan LRT Bekasi-Cawang memang semakin mendongkrak nilai investasi properti di Bekasi. Baik para pencari hunian maupun investor mulai melirik Bekasi.
Pembangunan LRT Bekasi-Cawang memang semakin mendongkrak nilai investasi properti di Bekasi. Baik para pencari hunian maupun investor mulai melirik Bekasi.

Pada kuartal kedua 2020, angka indeks pencarian properti di Bekasi tercatat 147,8 di mana naik cukup tinggi jika dibandingkan indeks di kuartal satu yang hanya 96,6. Namun dari kuartal kedua ke kuartal ketiga angka indeks kenaikan pencarian Bekasi sangat melonjak tinggi, 318,1.

Artinya secara kuartalan terjadi kenaikan sebesar 115% (QoQ). Bahkan jika dibandingkan angka indeks tahun lalu yang hanya 87, berarti terjadi lonjakan indeks pencarian untuk wilayah Bekasi mencapai 265% (YoY).

Memasuki bulan ketujuh masa pandemi COVID-19, dari sisi suplai, indeks Bekasi pada kuartal ketiga tahun ini berada pada angka 146,8 atau naik 13,3% dari kuartal sebelumnya.

Tren suplai tersebut meningkat baik pada tipe apartemen maupun rumah tapak. Menurut Country Manager Rumah.com, Marine Novita, kenaikan suplai properti di wilayah satelit DKI Jakarta seperti Bekasi ini menjadi indikasi bahwa pengembang memokuskan pembangunan hunian untuk kelas menengah dan menengah atas di kawasan-kawasan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

“Harga properti di Kabupaten Tangerang saat ini berada pada kisaran Rp7,6 juta/m2, sementara Bekasi masih Rp9 juta/m2. Harga ini tentu jauh lebih rendah jika dibandingkan harga properti di DKI Jakarta yang minimal berada di kisaran Rp22 juta/m2," jelas Marine.

Selanjutnya Marine juga menambahkan, "Sama seperti Kota Tangerang, Bekasi juga mengalami pembangunan infrastruktur transportasi yang pesat. Salah satunya seperti pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bekasi-Cawang yang membuat aksesnya ke Jakarta makin cepat, makin mudah.”

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Harus diakui, pembangunan LRT Bekasi-Cawang memang semakin mendongkrak nilai investasi properti di Bekasi. Baik para pencari hunian maupun investor mulai melirik Bekasi. Terutama pada kawasan-kawasan hunian yang dekat jalur LRT ini.

Itu sebabnya pada sejumlah kawasan di Bekasi bermunculan sejumlah projek residensial yang mengusung konsep Transit Oriented Development alias TOD yang terintegrasi dengan LRT. Sebut saja ada LRT City Bekasi - Eastern Green, LRT City Bekasi - Green Avenue, dan juga LRT City Jatibening.

LRT Jadi Daya Tarik Properti di Bekasi

Hadirnya LRT City Jatibening ditujukan guna memenuhi permintaan pasar seiring meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Bekasi.
Hadirnya LRT City Jatibening ditujukan guna memenuhi permintaan pasar seiring meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Bekasi.

LRT City adalah kawasan TOD hasil kerja sama operasional (KSO) antara PT Adhi Commuter Properti dan PT Urban Jakarta Propertindo. Khusus LRT City Jatibening berada di lahan seluas 5,2 hektare. Rencananya, LRT City Jatibening akan memiliki 6 tower.

LRT City Jatibening adalah kawasan TOD hasil kerja sama operasional (KSO) antara PT Adhi Commuter Properti (ACP) dan PT Urban Jakarta Propertindo. LRT City Jatibening berada di lahan seluas 5,2 hektare. Rencananya, LRT City Jatibening memiliki 6 tower.

Project Director LRT City Jatibening Windianto mengungkapkan bahwa hadirnya LRT City Jatibening ditujukan guna memenuhi permintaan pasar seiring meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Bekasi.

Menurut Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti (ACP) Rizkan Firman, LRT City Jatibening memiliki prospek yang signifikan. Sebab, Bekasi merupakan salah satu kawasan Koridor Timur Jakarta yang diproyeksi menjadi masa depan investasi Indonesia.

Hal ini karena ada banyak industri multinasional berskala besar yang berada di Bekasi. Berdasarkan potensi itulah pemerintah membangun Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan ini, salah satunya pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bekasi-Cawang.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah

LRT City Jatibening berada di sisi stasiun LRT Jatibening seluas 5,2 Ha dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat compact dan telah mengadaptasi tata ruang campuran (mixed-use) serta memaksimalkan penggunaan angkutan massal LRT.

Selain itu, LRT City Jatibening memiliki kemudahan akses strategis karena berada di perbatasan antara Bekasi dan Jakarta. Sebut saja, 20 menit menuju pusat bisnis (CBD) Jakarta, dan 2 menit menuju akses Tol Becakayu.

LRT City Diyakini Jadi Hunian Paling Prospektif di Bekasi

LRT City Jatibening mengusung konsep hunian bergaya urban resort, bernuansa asri dan ramah lingkungan.
LRT City Jatibening mengusung konsep hunian bergaya urban resort, bernuansa asri dan ramah lingkungan.

"Selain itu juga hanya 2 menit menuju universitas dan sekolah, 5 menit menuju rumah sakit, dan 10 menit menuju Bandara Halim Perdana Kusuma,” ujar Rizkan Firman di sela-sela acara Serah Terima Unit LRT City Jatibening Tower Accordeon pada Minggu, 8 November 2020.

Untuk acara serah terima unit di masa pandemi, ia mengatakan bahwa pihak LRT City Jatibening melakukan penerapan protokol kesehatan yang berlaku.

Menurut Windianto, LRT City Jatibening mengusung konsep hunian bergaya urban resort, bernuansa asri dan ramah lingkungan. Selain itu, penghuni merasakan konsep private residential, terdapat fasilitas khusus yang terpisah dari area publik, seperti pedestrian yang nyaman, ruang terbuka hijau yang luas, bicycle track, dan private garden.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

Saat ini, lanjutnya, LRT City Jatibening telah membangun Lot 1 yang terdiri dari dua tower, yakni Tower Accordeon yang berjumlah 529 unit dan Tower Bandoneon berjumlah 362 unit.

“Tower Accordeon sejak awal dipasarkan terdapat kenaikan harga sudah hampir 40% dan kini sudah dibanderol mulai harga Rp 550.000.000. Dan tower ini sudah tinggal beberapa unit lagi” ujar Windianto.

“Sedangkan untuk Tower Bandoneon yang akan diserahterimakan pada tahun depan, sudah terjual hampir 30% dan dipasarkan mulai dari harga Rp 538.000.000” jelas Windianto.

“Dengan berinvestasi di LRT City Jatibening, kami yakin bahwa nilai properti para investor akan terus meningkat setiap tahunnya di masa yang akan datang,” pungkas Rizkan.

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah