Hunter Biden Muncul Ungkap Hidupnya Saat di Lembah Kegelapan

Ezra Sihite
·Bacaan 2 menit

VIVA – Putra kandung Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Hunter Biden mengungkapkan ke publik soal hidupnya dan bagaimana Joe Biden dan keluarga yang menyelamatkannya. Hunter menceritakan soal ketergantungannya dengan alkohol dan narkotika. Namun dia menegaskan tak pernah mau jadi bulan-bulanan media gosip karena hidupnya bukanlah sebuah tabloid.

Hunter Biden, putra Joe Biden ini juga mengakui soal usaha dan karier berantakannya di salah satu perusahaan energi di Ukraina bernama Burisma. Diketahui hal tersebut yang membuat Joe Biden dan keluarganya menjadi objek kampanye Donald Trump dan Repulikan pada Pilpres AS yang lalu.

Dilansir BBC, Hunter Biden mengatakan memang benar ada pintu-pintu dan akses yang dimudahkan baginya saat dia menjadi Direktur Burisma. Kala itu Joe Biden adalah Wapres di AS. Namun Hunter mengatakan sisi itu bak keistimewaan namun juga beban besar yang dia harus tanggung. Diketahui proyek perusahaan Biden di Ukraina itu sempat juga diinvestigasi oleh anggota Dewan dari Partai Republik namun tak menunjukkan adanya bukti pidana.

Hunter Biden dalam memoir yang dikeluarkan berjudul "Beautiful Things" itu juga menceritakan bagaimana pengalaman hidup yang amat kelam yang pernah dia jalani namun cinta keluarganya yang menyelamatkannya.

"Ada dua pandemi yang kami harus lalui yaitu pandemi virus Corona dan ada pandemi kecanduan juga," kata dia.

Hunter Biden menceritakan tahun 1972, ibu dan adik perempuannya tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Dia dan adik laki-lakinya berhasil hidup dan menjadi penyintas namun saat itu dia sebenarnya amat trauma hingga setelah itu dia menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan narkoba. Kemudian tahun 2015, saudara lelakinya Baeau meninggal akibat kanker. Hal itu makin memukul dirinya. Dia bak jatuh dalam lembah kegelapan.

"Saat itu adikku meninggal, saya baru berpisah dengan istriku dan sendiri saja di sebuah apartemen yang tertutup. Saya sebenarnya saat itu ingin minum saja sampai mati," kata dia lagi. Kondisi itu kata dia sempat dijadikan bahan bagi tabloid-tabloid gosip. Pula dijadikan bahan serangan terhadap Joe Biden.

Namun dia memuji sang ayah dan keluarganya yang bisa bertahan namun di sisi lain tetap menunjukkan kasih sayang kepadanya.

"Ayah saya itu bisa dikatakan lebih muda dibanding saya dalam hal fisik maupun kekuatan mentalnya, saya belum pernah bertemu orang lain yang punya energi sebanyak ayahku," katanya.