HUT RI, Hasto Usung Semangat Greysia-Apriyani Banggakan Indonesia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kiprah generasi muda Indonesia di kancah dunia yang membanggakan saat ini, turut menambah semangat dalam peringatan HUT RI ke-76 pada 2021 ini.

Sebut saja peraih medali emas Olimpiade Tokyo Jepang, di ganda bulutangkis perempuan yakni pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan prestasi yang ditorehkan para generasi penerus itu menambah kebanggaan ketika bendera Merah Putih berkibar.

"Di tengah menggeloranya semangat hegemoni Tiongkok itu, pasangan Indonesia mampu menunjukan darma baktinya. Kalau dalam dunia militer, dikatakan mampu melakukan force projection di dunia internasional. Itu lah yang harus kita lakukan. Keteladanan Greysia dan Apriyani itulah yang harus kita kobarkan," kata Hasto dalam keterangannya yang diterima VIVA, Selasa 17 Agustus 2021, saat berbicara pada upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang diselenggarakan PDIP.

Force projection atau proyeksi kekuasaan yang diartikan, juga kemampuan negara lewat sejumlah kekuatan nasionalnya untuk hal tertentu, kata Hasto, pun ditunjukkan oleh banyak tokoh lain. Sebut saja Anggun C Sasmi, Cinta Laura dan Agnes Monica. Menurut Hasto, bagi sebagian orang ketiganya adalah selebritas. Tapi jauh dari itu, mereka lah yang membawa nama Indonesia ke dunia internasional.

Hasto menjelaskan, bahwa para pendiri bangsa menggagas Pancasila bertujuan memmbentuk kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Bung Karno, kata Hasto, menempatkan Pancasila bukan hanya falsafah bangsa. Pancasila hadir sebagai pandangan Indonesia untuk dunia.

Maka tak heran, 10 tahun sejak merdeka, di tahun 1955 Indonesia sudah berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini menghasilkan Dasa Sila Bandung, yang menjadi dasar bagi negara-negara di Asia Afrika agar dapat merdeka.

"Dan itu terjadi karena spirit bergelora dari kepemimpinan Indonesia bagi dunia itu," ujarnya.

"Bagaimana kemerdekaan Indonesia itu mampu mendorong kemerdekaan bagi bangsa-bangsa lain di Asia Afrika," sambung politisi asal Yogyakarta ini.

Yang tak kalah penting pula, kata Hasto, betapa bangganya rakyat Indonesia melihat prestasi yang ditunjukkan Indra Rudiansyah dan Carina Citra Dewi Joe. Keduanya adalah anak bangsa berprofesi sebagai peneliti atau ilmuwan yang ikut serta dalam mengembangkan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

"Ini membawa kebanggaan bagi kita," tegas Hasto.

Lantas dari prestasi dan kiprah para pemuda-pemudi tersebut, Hasto mengingatkan sang Proklamator dan Presiden RI pertama, Soekarno, berusaha membangun modernisasi Indonesia.

Bung Karno kala itu pernah punya misi dengan mengirim ribuan anak-anak muda Indonesia ke luar negeri untuk belajar ilmu ilmu dasar, fisika, matematika, kimia, biologi, ilmu-ilmu logam.

Bahkan ketika Presiden AS, Gerald Ford hendak membangun pabrik mobil di Indonesia, Bung Karno menolak. Dan dengan bangga mengatakan biarkanlah pabrik mobil itu nanti dibangun para insinyur-insinyur Indonesia yang akan kembali dari sekolah di luar negeri.

"Itu menunjukkan komitmen berdiri di atas kaki sendiri. Kini setelah 76 tahun kita merdeka, paracetamol saja kita masih impor. Infus, cairan infus, kita masih impor. Padahal kita seharusnya mampu berdikari di atas kaki sendiri," kata Hasto.

"Saat ini menjadi momentum kita di tengah pandemi COVID-19, agar kita benar benar berdikari sebagaimana yang diperjuangkan Bung Karno," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel