Hutan Dirusak Gurandil, Tokoh Adat Baduy Menangis

Dedy Priatmojo, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah video warga Baduy beredar di jagat maya. Pria yang diketahui salah satu tetua adat Baduy bernama Ki Pulung itu tak kuasa menahan sedih dan kegeramannya, melihat kawasan hutan Gunung Liman, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinteun, Kabupaten Lebak, Banten, dirusak tangan tidak bertanggung jawab.

Gunung Ciliman kini sudah dirambah dengan pertambangan emas ilegal atau gurandil, yang bisa merusak ekosistem alam. Setidaknya hal itu tergambar dalam video berdurasi 1,12 menit yang dibuat oleh Jaro Cibarani, Dulhani.

"Kami keamanatkan ku leluhur-leluhur kami, bisi ayeuna gunung kalebur lebak karuksak buyut karobah, ayeuna kabuktian Gunung Liman menta tulung, menta dijaga bener-bener ku pamarentah. (Kami dapat amanat dari leluhur, takutnya sekarang gunung dihancurkan lebak dirusak aturan diubah, sekarang terbukti Gunung Liman minta dijaga benar-benar oleh pemerintah)," tutur Ki Pulung dalam video tersebut.

Masih dalam video yang sama, Ki Pulung berujar kalau pertambangan Gunung Liman harus dihentikan dan lubangnya ditutup. Jika dilanjutkan, bisa memberikan malapetaka atau musibah atas kerusakan alam yang terjadi.

"Waktu tadi diamanatkeun ku leluhur kami, bisi ayeuna gunung kalebur lebak karuksak buyut karobah, ayeuna nyatana Gunung Liman nu rusak. Menta ditutup bae ulah dilanjutkeun iyeu mah. (Waktu tadi ada amanat dari leluhur kami, takut sekarang ini gunung dihancurkan lebak rusak aturan diubah, sekarang terbukti Gunung Liman yang rusak. Ini kami minta ditutup jangan dilanjutkan)," ujarnya.

Jaro atau Kepala Desa (Kades) Cibarani, Dulhani, sekaligus pembuat video itu meminta pemerintah dan penegak hukum segera menindak tegas pelaku tambang emas ilegal itu. Jika tidak, bisa menyebabkan banjir bandang dan longsor seperti di Cipanas, Kabupaten Lebak, awal tahun 2020 silam.

"Kalau gunung ini dirusak, bisa menyebabkan bencana yang parah dari banjir bandang awal tahun 2020 lalu, karena gunung ini hulu dari berbagai aliran sungai," kata Jaro Cibarani, Dulhani, melalui selulernya, Kamis, 22 April 2021.