Hyundai harus bayar Rp288 miliar untuk kegagalan pelaporan kredit

Regulator Amerika Serikat telah memerintahkan afiliasi Hyundai Motor Co untuk membayar 19,2 juta dollar AS (Rp288 miliar) karena berulang kali memberikan informasi yang tidak akurat kepada agen pelaporan kredit tentang pelanggannya, termasuk bahwa mereka menunggak pinjaman dan sewa.

Dikutip Reuters pada Rabu, Hyundai Capital America, yang melayani sekitar 1,7 juta pengemudi kendaraan Hyundai, Kia, dan Genesis, pada hari Selasa setuju untuk membayar denda perdata 6 juta dollar AS dan ganti rugi 13,2 juta dollar AS kepada pelanggan saat ini dan sebelumnya.

Baca juga: Menilik desain dan performa dari Hyundai Stargazer

Biro Perlindungan Keuangan Konsumen AS menyebut kasus ini sebagai yang terbesar terhadap penyedia layanan mobil di bawah Undang-Undang Pelaporan Kredit Adil federal.

Menurut regulator, Hyundai memberikan informasi yang tidak akurat lebih dari 8,7 juta kali di 2,2 juta akun dari Januari 2016 hingga Maret 2020, menodai laporan kredit pelanggan dan sering mengakibatkan penurunan nilai kredit.

CFPB mengatakan kesalahan tersebut dihasilkan dari kekurangan prosedural "sistemik" yang diketahui oleh pembuat mobil Korea Selatan, kadang-kadang melalui audit internal, tetapi tidak diperbaiki atau membutuhkan waktu delapan tahun untuk diperbaiki secara memadai.

Dalam sebuah pernyataan, Hyundai Capital America mengatakan telah meluncurkan peninjauan menyeluruh atas pelaporan kreditnya, dan berkomitmen untuk memberi pelanggan layanan dan perawatan yang tepat waktu, akurat, berkualitas tinggi.

Afiliasi yang berbasis di Irvine, California memiliki portofolio pelanggan senilai 45 miliar dollar AS, kata CFPB.

Baca juga: Hyundai dan Kia catatkan kenaikan penjualan di Vietnam dan Indonesia

Baca juga: Hyundai Stargazer sudah bisa dipesan di Hyundai Gowa

Baca juga: Anak perusahaan Hyundai di AS pekerjakan anak di bawah umur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel