Hyundai Indonesia "recall" 106 unit Palisade

·Bacaan 1 menit

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) melakukan penarikan untuk perbaikan atau recall untuk 106 unit Palisade yang diproduksi dalam kurun waktu 9 Maret 2021 hingga 31 Maret 2021.

Recall tersebut merupakan langkah proaktif dari perusahaan untuk mencegah kemungkinan kecil terjadinya kontaminasi terhadap minyak rem yang dapat mempengaruhi kinerja pengereman saat mobil melaju pada kecepatan rendah.

Hyundai Palisade sendiri diluncurkan pada akhir tahun 2020 dan telah terjual lebih dari 2.100 unit hingga November 2021.

“Sebagai perusahaan yang selalu fokus pada pelanggan dan sesuai dengan inisiatif global kami, Hyundai selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama," kata Makmur, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia dalam siaran resmi, Rabu.

Baca juga: Hyundai Palisade 4x2 menjadi primadona di Indonesia

"Kami terus mengevaluasi data dari berbagai sumber dan tidak akan ragu untuk melakukan dan memperluas recall jika diperlukan," kata Makmur.

Ia menjelaskan, Hyundai Indonesia segera menghubungi pemilik unit yang terdampak untuk membawa kendaraan mereka ke diler Hyundai yang telah ditunjuk guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penggantian brake master cylinder.

Proses perbaikan brake master cylinder, kata Makmur, hanya memerlukan waktu kurang lebih selama 1,5 jam.

"Selain itu pelanggan juga berhak menerima layanan pemeriksaan menyeluruh untuk unit Palisade yang mereka miliki. Seluruh layanan ini diberikan oleh Hyundai tanpa biaya apapun," kata dia.

Pelanggan juga dapat memperoleh informasi lebih detail yang tersedia 24 jam dengan menghubungi Hyundai Call Center di 0800 1878 878.

Baca juga: Hyundai akan ekspor 500 unit Palisade ke Kongo

Baca juga: Nissan Pathfinder serbu diler mulai tengah tahun ini

Baca juga: Impresi menyetir dan jadi penumpang SUV premium Hyundai Palisade

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel