Hyundai Ogah Jual Mobil Bongsor Bermesin Bensin, Begini Alasannya

Pius Yosep Mali
·Bacaan 2 menit

VIVAHyundai melengkapi jajaran produknya di Indonesia, dengan meluncurkan mobil berperawakan bongsor bernama Palisade. Kendaraan tersebut merupakan barang impor utuh alias CBU (Compeletely Built Up) dari Korea Selatan.

Konsumen harus menyiapkan dana mulai dari Rp777 juta sampai dengan Rp1,078 miliar on the road, untuk menebus mobil SUV (Sport Utility Vehicle) tersebut. Saat ini, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) baru membuka pemesanan untuk Palisade. Rencananya unit akan tiba di Tanah Air, pada akhir Januari 2021.

Hyundai Palisade merupakan produk global yang dipasarkan di banyak negara. Di Indonesia, kaum kaya hanya bisa membeli mobil SUV tersebut dengan versi penggerak mesin diesel. Ada tiga varian yang ditawarkan, yakni Prime, Signature dan Signature AWD.

Jantung penggerak diesel yang dimaksud berkapasitas 2.200cc dengan turbocharger, serta sanggup menghasilkan tenaga 200ps dan torsi maksimum 400Newtonmeter. Sistem penyalur tenaga ke roda, memakai transmisi otomatis delapan percepatan.

Padahal, di pasar Amerika Serikat tersedia juga unit Hyundai Palisade yang mengandalkan mesin bensin V6 berkapasitas 3.800cc. Jantung penggerak ini mampu menghasilkan tenaga 291hp dan torsi 355 Nm, dengan sistem transmisi otomatid 8 percepatan.

Selain itu, pabrikan otomotif Korea Selatan itu juga memasarkan Hyundai Palisade dengan mesin bensin V6 3.500cc bertenaga 273 daya kuda, serta memiliki torsi maksimum 335Nm. Tenaganya disalurkan ke roda melalui perantara transmisi otomatis 8 percepatan.

Managing Director HMID, Makmur mengatakan, mobil SUV terbaru Hyundai Palisade ditawarkan hanya dengan mesin diesel lantaran menyesuikan dengan kebutuhan konsumen di dalam negeri, yang lebih suka kendaraan bongsor bermesin diesel.

"Kalau dilihat karakter pemain SUV, orang senangnya mobil bermesin diesel. Apalagi Palisade ini punya banyak fitur dan teknologi," ujar Makmur di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, kata dia, pemilihan mesin diesel berkaitan dengan skema perpajakan di Indonesia. Mobil Hyundai Palisade bermesin bensin memiliki kubikasi lebih besar dibandingkan yang memakai jantung penggerak diesel. Artinya, konsumen pun harus membayar pajak lebih mahal ketika membelinya.

"Kalau masukin mesin bensin, itu kan kapasitas cc-nya besar, pasti pajaknya jadu lebih mahal. Jika melihat dari segi konsumen, rasanya enggak worth it karena harganya pun jadi lebih mahal," paparnya.