Ibas Demokrat Berharap Jokowi Lanjutkan Program yang Sempat Tertunda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Badan Anggaran DPR yang juga politikus Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyadari pandemi Covid-19 membuat Indonesia menjadi serba sulit.

Meski demikian, dia berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bisa melanjutkan program yang baik di masa dirinya sebelum menjabat.

Hal ini diungkapnnya saat Rapat Kerja di DPR dengan membahas RUU tentang APBN 2022 yang dilaksanakan secara hybrid.

Dia berharap, program yang pernah direncanakan atau sudah ada misalnya saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY bisa dikebut dan diselesaikan.

"Jujur, kita ini ingin 'gunting pita Presiden' ini terus berlanjut. Apalagi kalau pita-pita yang digunting itu merupakan program prioritas. Ya, tidak hanya Jembatan Merah Putih di Ambon. Kalau bisa itu kereta cepat juga selesai," kata Ibas dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

"Saya pernah menengok langsung bersama anggota DPR RI Komisi VI. Meski proyek kereta cepat ini menuai pro dan kontra, saya yakin rakyat akan senang jika selesai. Atau Trans-Sumatra misalkan yang sudah banyak dibahas. Saya juga bermimpi, mewakili Dapil Jatim VII, proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur itu bisa selesai. Hingga saat ini pembiayaan untuk JLS saja belum jelas," sambungnya.

Ibas pun mempertanyakan peta jalan pembangunan saat ini. Di mana, menurutnya di era Presiden SBY dikenal dengan istilah MP3EI atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

"Kalau proyek kecil seperti JLS saja tidak tuntas, saya jadi tidak yakin apakah pemerintah memiliki kemampuan fiskal yang cukup besar, sebut saja penyelesaian Ibu Kota Negara (IKN) contohnya. Bukan hanya sekedar roadmap pembiayaan (untuk saat ini saja), tapi yang berkelanjutan," kata dia.

Ekspansi Fiskal Diperlukan

Ibas menuturkan, ekspansi fiskal memang diperlukan dalam pemulihan ekonomi saat ini. Akan tetapi, dirinya juga mengingatkan agar pemerintah tidak melupakan proyeksi jangka panjang yang berkesinambungan.

"Di satu sisi, ekspansi fiskal diperlukan untuk penanggulangan Covid-19. Supaya pemulihan ekonomi dan pelaksanaan jaminan perlindungan sosial dapat dilakukan secara cepat, tepat dan efektif. Tapi terkadang apakah kita ini harus agresif dengan tidak memperlihatkan beberapa hal yang lain? Agresif sih boleh, tapi harus masuk akal. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Ingat, kita perlu kesinambungan fiskal antargenerasi," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel