IBI: Transformasi layanan primer perkuat peran bidan di garda terdepan

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP-IBI) Emi Nurjasmi mengatakan program Transformasi Layanan Primer semakin memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan bidang kesehatan.

"Peran bidan kalau kita lihat dari data statistik sangat besar, karena jumlah bidan banyak, sekitar 400.000 hingga 500.000-an," kata Emi Nurjasmi yang dikonfirmasi melalui telepon di Jakarta, Kamis malam.

Sebanyak 70-75 persen bidan tersebar di tengah masyarakat, khususnya di berbagai pelayanan primer dan jaringannya guna mempermudah akses layanan kepada masyarakat.

Distribusi bidan yang merata mendorong masyarakat mengandalkan jasa bidan dalam mengakses layanan kesehatan ibu, bayi dan balita serta program Keluarga Berencana (KB).

Baca juga: Mantra Soreng turun ke bidan Magelang

Baca juga: Dinkes Kabupaten Magelang dorong bidan beri yankes berkualitas

"Kita lihat data dari hasil riset kesehatan dasar tahun 2018, hampir 85 persen pelayanan ibu hamil itu diberikan oleh bidan, dan separuhnya diberikan di tempat praktek mandiri bidan di klinik-klinik yang ada di tengah-tengah pemukiman masyarakat," katanya.

Pada sektor layanan KB, kata Emi, 76,4 persen dilayani profesi bidan, sebab lebih terjangkau secara finansial dan dekat dengan masyarakat.

Menurut Emi program layanan kesehatan perlu mengutamakan penyediaan fasilitas pelayanan, akses yang mudah dan murah serta terjangkau.

"Jadi kita bicara untuk universal health coverage adalah ketersediaan dulu. Kami merasa sangat tepat sekali program pemerintah menempatkan bidan-bidan ini di garda terdepan hingga ke desa, karena sangat mudah dan murah dijangkau oleh masyarakat," ujarnya.

IBI mendukung penuh program Kemenkes RI dalam Transformasi Layanan Primer melalui pengembangan Posyandu dan pembangunan Posyandu Prima hingga pengembangan kompetensi bidan.

"Bidan juga perlu menjaga kualitas pelayanan secara berkesinambungan melalui pembinaan visi dan misi dari puskesmas maupun IBI. Itu harus kita dukung," katanya.

Menjelang hari jadi IBI Ke-71 pada 24 Juni 2022, Emi menggagas tema "Perjalanan Panjang Profesi Bidan Dalam Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju".

"Kebetulan tahun ini kami bagian anggota Internasional Confederation of Midwives
yang pada Mei 2022 baru saja memperingati 100 tahun kelahiran. Temanya '100 Years of Progress' jadi kami menghubungkan tema yang sama," katanya.

Puncak acara Hari Bidan Nasional diagendakan berlangsung di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta Selatan pada 24 Juni 2022.*

Baca juga: IBI Jateng dorong kejelasan nasib bidan honorer

Baca juga: IBI Jateng terjunkan bidan berikan pendampingan cegah kekerdilan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel