Ibu adalah Bentuk Kasih Sayang Tuhan yang Berwujud Manusia

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh: Nurul Azizah

Berbicara tentang ibu adalah sesuatu yang tidak ada habisnya. Cinta ibu kepada anak-anaknya tidak akan pernah termakan usia. Ya, setiap ibu membawa kenangan tesendiri bagi anak-anaknya. Ibu adalah orang pertama yang menyayangi kita, bahkan sebelum kita terlahir ke dunia. Dijaganya kita sejak dalam kandungannya, dirawatnya kita ketika telah telahir ke dunia, dan dididiknya kita supaya tumbuh menjadi insan-insan yang cerdas dan berakhlak mulia.

Ibu tidak pernah menghitung seberapa lelah beliau merawat kita, seberapa banyak pengorbanan yang telah dilakukannya untuk kita, dan ia tidak pernah sedikit pun terpikir untuk berhitung soal berapa banyak biaya yang telah ia habiskan untuk membesarkan kita. Sampai kapan pun kita akan terus seperti anak-anak baginya.

Ibu adalah bentuk kasih sayang Tuhan yang berwujud manusia. Tak ada cinta dan kasih sayang setulus dan sedalam kasih sayang ibu pada anaknya. Ibu adalah tempat terbaik untuk pulang dan bercerita tentang bagaimana hari yang kita lalui. Tangannya yang perlahan mengeriput dan tubuhnya yang mulai renta selalu berhasil menenangkan kita dalam pelukannya. Entah apa jadinya dunia tanpa ada manusia bernama ibu.

Terima Kasih untuk Semuanya, Bu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KomootP
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KomootP

Hari itu masih aku ingat jelas, ibu mengirim sebuah pesan singkat yang membuat aku tak bisa menahan air mata. “Ibu akan selalu mendukung keputusan apa pun yang kamu buat, Nak. Semangat! Rezeki sudah diatur Allah.” Dan aku ingat betul ibu adalah orang pertama yang memberiku dukungan sepenuhnya dan kepercayaan tanpa ada cacatnya.

Ibu adalah garda terdepan sumber kebulatan tekad atas pilihannku. Walaupun aku tahu jauh di lubuk hatinya, ibu merasa sedikit ragu, namun ibu tetap yakin dengan keputusanku. Berbekal dukungan ibu, bulatlah keyakinan pada pilihanku. Segala pandangan dan cibiran yang aku terima tentu terasa menyakitkan dan sempat membuatku ragu, namun mengingat pesan ibu keyakinanku selalu tumbuh.

Agustus 2019 kala aku sah mendapat gelar sarjana, aku lihat ibu berdiri dengan penuh bangga dengan seulas senyum termanis di dunia. Ibu, ini aku anakmu, aku berhasil melewati tantangan itu. Berkat doa tulusmu, berkat restu ikhlasmu, aku berhasil Bu.

Semoga akan ada semakin banyak kebahagiaan yang bisa aku persembahkan untukmu ya Bu. Terima kasih ibu untuk semua dukungan yang tidak pernah putus dan doa ibu yang selalu melangit. Terima kasih sudah menjadi ibu yang sangat hebat untuk Ziza, mas dan adek. Semoga kami tumbuh menjadi orang yang sukses dan amanah, seperti doa yang selalu ibu langitkan itu. Dan semoga ibu berumur panjang, dikaruniai kesehatan serta kebahagiaan yang berlimpah selalu. Selamat hari Ibu, Bu!

#ChangeMaker