Ibu dan Anak di Bali Kompak Jadi Pencuri Modus Ganjal Kartu ATM

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian sektor (Polsek) Denpasar Selatan menangkap tiga pelaku pencurian dengan modus mengganjal kartu mesin ATM. Dua di antaranya adalah ibu dan anak bernama Maria Ulfa (42) dan Aditya Izama Hendra (23), dan satu rekannya bernama Siti Sobariah (50).

"Untuk kerugian uang Rp4.850.000," kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP I Made Putra Yudistira, Rabu (9/11).

Para pelaku melakukan aksinya di Jalan Bypass Ngurah Rai atau di mesin ATM area SPBU Suwung Batan Kedal, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan.

Kronologinya, saat itu korban bernama Hamuji Santoso (65) datang untuk menarik uang tetapi transaksi tidak berhasil. Lalu datang pelaku perempuan menggunakan kaca mata masuk ke dalam ATM dan menawarkan bantuan kepada korban.

Selanjutnya, korban disuruh memencet nomor pin ATM tetapi tidak bisa, dan pelaku pergi meninggalkan korban di dalam ATM. Karena kartu ATM korban tidak keluar, akhirnya korban balik ke kantor dan menceritakan kepada temannya bernama Wahyu.

Lewat kejadian itu, korban disuruh ke Mall Bali Galeria di Kuta untuk melaporkan kejadian itu. "Dan ternyata saldo sudah berkurang, sehingga korban melapor ke Polsek Denpasar Selatan," ujarnya.

Lewat laporan itu, akhirnya kepolisian melakukan penyelidikan. Pelaku ditangkap di Jalan Silakarang, Desa Singapadu.

"Modusnya pelaku mengganjal ATM dan berpura-pura membantu korban saat korban lengah ATM diambil oleh pelaku," imbuhnya.

Maria Ulfa diketahui adalah seorang resedivis dan melakukan aksi yang sama di tahun 2021 lalu.

"Pelaku Maria, merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2021 di Polrestabes Bandung dengan hukuman satu tahun penjara di Lapas Bandung," ujarnya. [cob]