Ibu dan Anak Tewas di Bagasi Mobil Mewah, Barang Berharga Tak Hilang

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dua jasad ibu dan anak berinisial AMR (23) dan TH (55) ditemukan tergeletak di bagasi sebuah mobil mewah di halaman rumahnya di kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Subang AKP M Zulkarnaen mengatakan, penemuan jenazah pada Rabu lalu itu berawal dari laporan suami korban ketika pulang ke rumahnya. Saat itu, sang suami mendapati rumahnya dalam kondisi tidak wajar.

"Awalnya laporan dari suami korban yang melihat rumahnya dengan kondisi yang tidak wajar di TKP, kemudian di TKP ditemukan ceceran darah mulai dari dapur sampai dengan ke arah mobil itu," kata Zulkarnaen.

Menurutnya, sang suami menelusuri ceceran darah itu hingga ke mobilnya. Lalu saat pintu mobil dibuka, suami korban menemukan istri dan anaknya sudah tidak bernyawa.

Lalu, suami dari korban melaporkan hal itu ke pihak kepolisian setempat. Polisi langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara. Di sana, polisi mendapati cecerah darah masih segar.

Polisi masih menyelidiki lokasi kejadian. Hingga kini, menurutnya, belum ada barang atau harta dari korban yang hilang. "Mobil juga kondisinya kunci menggantung di mobil Alphard, sementara di kamar berantakan," katanya.

Meski ditemukan tewas dalam kondisi yang tidak wajar, polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya ibu dan anak itu. Namun, kedua korban itu merupakan korban pembunuhan.

Saling kenal

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan sementara, menurut Zulkarnaen, ibu dan anak korban pembunuhan itu saling kenal dengan tersangka pelaku, meski motif atau latar belakangnya belum diketahui.

"Penyerangannya tidak menimbulkan kerusakan. Posisinya sempat berantem juga, kalau dilihat dari TKP," kata Zulkarnaen.

Penyelidik, sejauh ini, telah memeriksa 17 orang sebagai saksi atas kasus pembunuhan itu. Menurut Kepala Polres Subang AKBP Sumarni, saat dihubungi di Bandung, Jumat, 20 Agustus 2021, ke-17 orang itu terdiri dari anggota keluarga korban, orang-orang terdekat, tetangga, dan dari pengurus RT setempat.

Selain memeriksa belasan saksi, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi, di antaranya alat cucian kayu, pisau, karpet dengan bercak darah, dan sidik jari.

Diseret dari kamar

Berdasarkan hasil otopsi, menurutnya, korban yang berinisial TH (55) mengalami luka di bagian kepala, sedangkan korban yang berinisial AM (23) mengalami luka di bagian mata. Diduga para korban mengalami luka itu akibat benturan benda tumpul.

"Dari hasil pemeriksaan juga diduga korban itu diseret dari kamar, menuju ke mobil karena ada sisa jejak tanah di belakang badan korban," kata Sumarni.

Sejauh ini, belum ditemukan motif perampokan atau pemerkosaan atas peristiwa itu. Sebab, barang-barang berharga korban masih lengkap berada di rumahnya, dan korban AM tidak ditemukan tanda-tanda pemerkosaan. Sumarni menyebut barang yang belum ditemukan ialah ponsel milik korban AM.

"Ponselnya belum ditemukan itu, masih kita cari, tapi belum mengarah ke motif perampokan, karena barang-barang berharga itu enggak ilang: mobil enggak ilang, yang lainnya masih utuh; barang-barang ada, uang ada, kalung ada," kata Sumarni. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel