Ibu dan Dua Anaknya di Garut Tewas Diduga Bunuh Diri Minum Jus Campur Sabun

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Rentina Dora (29) dan dua anaknya yang berusia enam tahun dan sebelas bulan, Sabtu (16/4) ditemukan meninggal di dalam rumahnya. Ketiganya diduga melakukan aksi bunuh diri, namun motifnya masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan, ketiga orang tersebut ditemukan meninggal sekitar pukul 07.00 di rumahnya di Desa Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Ada tiga orang yang meninggal, seorang ibu dan dua anaknya. Untuk ibunya atas nama Rentina Dora. Diduga ini adalah aksi bunuh diri, motifnya masih kami dalami," jelas Wirdhanto.

Jasad ketiga orang tersebut, dikatakannya, pertama kali ditemukan oleh suaminya. Pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendalaman lebih jauh akan kasus tersebut dari keluarga hingga aparat setempat dan para tetangga dan saksi.

Wirdhanto mengungkapkan, dugaan kematian akibat aksi bunuh diri itu karena saat pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan peralatan untuk bunuh diri. "Kita juga menemukan campuran jus buah naga dengan sabun pencuci piring," ungkapnya.

Untuk jus buah naga yang dicampurkan sabun pencuci piring itu, menurut Wirdhanto, diduga keras diminumkan kepada dua anaknya sehingga menyebabkan keduanya meninggal dunia.

Berdasarkan perkiraan awal, ketiganya meninggal Jumat (15/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat aksi bunuh diri itu dilakukan, menurutnya, suami dan ayah korban sedang berada di Bandung. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan analisa bagaimana komunikasinya. Untuk sementara itu,” katanya.

Sementara itu, Yono, Ketua RW setempat menyatakan bahwa mereka yang meninggal dunia merupakan pengontrak. "Mereka diketahui asal Medan, Sumatera Utara. Saya melihat mereka terakhir kalinya Jumat kemarin," katanya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel