Ibu Gantung Diri Disaksikan Anak, Ini Rentetan Masalah Ekonomi yang Dihadapinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang ibu rumah tangga di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, T (26), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Parahnya, aksinya disaksikan kedua anaknya yang masih kecil.

Kasi Humas Polres OKU AKP Syafaruddin mengungkapkan, korban mengambil jalan pintas karena faktor ekonomi. Suaminya sedang menganggur dan terus berupaya mencari pekerjaan.

"Ekonomi sering kekurangan, sementara keluarga korban harus tetap makan," jelas Syafaruddin, Kamis (11/8).

Tak Ada Beras hingga Tas Rusak

Sebelum kejadian, korban hendak menanak nasi namun tak ada lagi beras di dapur. Dia tak memiliki uang sepeser pun yang membuatnya menyerah.

Tak hanya itu saja, korban dibuat kesal dengan permasalahan lain yang dihadapi keluarganya. Dalam waktu bersamaan, tas sekolah anaknya rusak dan perlu dijahit agar bisa digunakan.

Beberapa saat sebelumnya juga, pikiran korban semakin emosi lantaran ponselnya rusak akibat dibanting kedua anaknya. Untuk memperbaiki kedua barang itu tak bisa dilakukan karena tak memiliki uang sama sekali.

"Ternyata selain tak beras, soal jahit tas anaknya dan ponsel jadi pemicu korban gantung diri. Dia bingung karena tak punya uang, sementara suaminya sedang keluar untuk mencari pekerjaan," ujarnya.

Suruh Anak ke Luar Rumah

Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Baturaja Timur, OKU, geger dengan aksi gantung diri yang dilakukan seorang ibu rumah tangga, T (26). Korban mengakhiri hidupnya, Rabu (10/8) sore. Sontak warga sekitar dibuat heboh dan mendatangi TKP.

Peristiwa itu bermula saat korban menyuruh kedua anaknya keluar rumah kemudian menutup seluruh pintu dan jendela. Penasaran, kedua anaknya mengintip dari celah papan rumah dan menyaksikan ibunya melakukan aksi tersebut.

Kedua anak itu berteriak meminta tolong sehingga tetangga mendatangi rumahnya untuk melepaskan ikatan. Namun, nyawa ibu mereka tak dapat diselamatkan. [yan]