Ibu Hamil Boleh Vaksin Covid-19, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Pemerintah terus mendorong percepatan program vaksinasi nasional dalam rangka memerangi Covid-19. Hal ini pun diwujudkan dengan sosialisasi yang terus gencar dilakukan, di samping penambahan stok vaksin Covid-19 yang didatangkan dari luar negeri. Perlahan tapi pasti, masyarakat dari beragam lapisan dan usia pun mulai mendapatkan vaksin Covid-19 ini.

Update terbaru, ibu hamil juga boleh mendapatkan vaksin Covid-19. Menurut Kemenkes jenis vaksin yang bisa diberikan ke ibu hamil yang berbentuk platform mRNA seperti Pfizer dan Moderna, maupun platform inactivated seperti Sinovac. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para ibu hamil, sebelum melakukan vaksin Covid-19.

Perhatikan Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil

credit via Shutterstock.com
credit via Shutterstock.com

Sama dengan peserta vaksinasi lainnya, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan juga oleh ibu hamil, sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh petugas. Tujuannya untuk menghindari hal-hal buruk terjadi. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi ibu hamil sebelum melakukan vaksinasi adalah suhu tubuhnya di bawah 37,5 derajat Celcius, tensi darahnya di bawah 140/90 MMHG, serta usia kehamilan minimal 13 minggu. Hal ini karena saat memasuki trimester kedua, kandungan sudah semakin kuat.

Konsultasi Terlebih Dahulu dengan Dokter untuk Mendapatkan Arahan yang Lebih Jelas

credit via Shutterstock.com
credit via Shutterstock.com

Setiap ibu hamil memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga janin yang ada di dalamnya. Daripada ragu, lebih baik konsultasikan ke dokter kandungan atau bidan yang penanggung jawabnya terlebih dulu, sehingga bisa mendapatkan arahan yang jelas, apakah sebaiknya melakukan vaksinasi atau tidak.

Persiapkan Kondisi Tubuh Sebelum Vaksinasi Berlangsung

credit via Shutterstock.com
credit via Shutterstock.com

Tak kalah penting yang juga harus diperhatikan adalah kondisi tubuh ibu hamil sebelum melakukan vaksin. Paling tidak, sehari sebelum vaksinasi pastikan kondisi tubuh prima. Caranya dengan minum cukup air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, pastikan tidur nyenyak selama delapan jam, serta yang jangan lupa sarapan atau sarapan sebelum pergi ke tempat vaksinasi. Tubuh yang prima akan meminimalisir efek samping yang bisa muncul setelah melakukan vaksin Covid-19.

Selain itu, gunakan pakaian yang tepat dan nyaman, seperti pakaian berlengan pendek yang longgar dan tak bikin gerah dan mudah dibuka untuk memudahkan penyuntikan pada lengan saat vaksinasi. Bisa menggunakan outer, yang mudah dilepas jika tak nyaman bepergian dengan lengan pendek. Paling penting, tetaplah menggunakan masker berlapis, menjaga jarak, tak berkerumun, membawa hand sanitizer dan menerapkan protokol kesehatan lainnya selama di tempat vaksinasi.

Perhatikan Asupan Nutrisi Setelah Vaksinasi

credit via Shutterstock.com
credit via Shutterstock.com

Bukan hanya sebelum vaksinasi, asupan nutrisi sesudahnya juga perlu diperhatikan bagi ibu hamil. Terlebih 30 menit pasca vaksinasi. Beberapa reaksi ringan mungkin terjadi, seperti pegal pada lengan yang bisa dikompres dengan air hangat. Sementara kalau ada reaksi sakit kepala, bisa minum paracetamol yang sudah diresepkan dokter bagi ibu hamil.

Intinya tak perlu panik apalagi sampai stres berlebihan. Supaya tubuh lekas prima kembali, konsumsilah beragam asupan bernutrisi, terutama yang mengandung zat besi, kalsium, vitamin E, D dan 12 yang bisa mempercepat proses pemulihan pasca vaksinasi. Jangan lupa untuk istirahat cukup dan mengkonsumsi air mineral, agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Pilihlah air mineral berkualitas seperti Le Minerale yang berasal dari mata air pegunungan terpilih. Air mineral ini diambil dari mata air pegunungan pilihan dengan kedalaman 100 meter dan dibotolkan langsung di sumbernya menggunakan mineral protection system, tanpa tersentuh tangan manusia. Kandungan mineral alami di dalamnya semakin terlindungi dengan penggunaan seal cap pada kemasannya. Berkat rangkaian proses tersebut, Le Minerale jadi memiliki kesegaran khas berupa sensasi tertinggal rasa manis yang berasal dari mineral Bicocarbonate (HCO3-).

Bukan hanya isinya yang berkualitas, galon Le Minerale juga bikin tenang karena benar-benar baru. Jadi, bukan dicuci ulang. Galon tersebut dilengkapi tutup ulir rapat dan kedap udara, sehingga anti rembes dan bebas kontaminasi bakteri maupun virus dari luar. Menariknya lagi, galon Le Minerale dibuat dari bahan yang bebas BPA, sehingga tak hanya aman untuk ibu hamil, tetapi bayi hingga orang tua.

credit via Instagram.com/le_mineraleid
credit via Instagram.com/le_mineraleid

Selain itu, galon Le Minerale juga dilengkapi dengan handle grip sehingga praktis dan mudah dipasang. Bukan itu saja, harganya juga sudah termasuk galon dan air, sehingga tak perlu tukar galon kosong. Paling penting lagi, galon Le Minerale ramah lingkungan, karena mudah didaur ulang. Dengan keunggulan tersebut, Le Minerale bukan hanya menghadirkan perpaduan mineral alami yang baik bagi tubuh, tetapi kualitas premiumnya juga dapat dinikmati oleh siapa saja dengan harga yang ramah di kantong.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel