Ibu Harus Tahu, 7 Arti Bahasa Tubuh Bayi untuk Berkomunikasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bagi orang tua baru, memiliki buah hati tentu bukan perkara mudah. Banyak dari mereka bahkan merasa kesulitan untuk memahami bahasa tubuh bayi baru lahir.

Bayi yang berusia beberapa bulan memang belum bisa berbicara, jadi mereka akan menggunakan bahasa tubuh dengan menunjukkan berbagai gerakan sebagai bentuk komukasinya.

Namun, bukan hanya menangis saja, ada beberapa bahasa tubuh yang sering bayi lakukan mengandung arti yang harus Anda ketahui. Penasaran apa saja? Berikut ulasannya seperti melansir dari Elite Readers, Kamis (19/8/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Menggoyangkan kepala

Ilustrasi foto bayi perempuan. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi foto bayi perempuan. (Sumber: Pixabay)

Salah satu dokter anak di Santa Clara Valley Medical Center di San Jose, California, Amerika Serikat menjelaskan saat bayi menggoyangkan kepala, mereka menemukan ritme menggerakkan badan ke depan atau belakang dan hal itu mereka rasa menyenangkan.

Namun, bila bayi Anda terlalu sering melakukannya dan tidak melakukan hal lain seperti bermain. Secepatnya harus diperiksa ke dokter anak. Hal ini normalnya terjadi saat usianya menginjak tiga tahun.

2. Menendang secara terus menerus

Ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/Pixabay)

Dr. Claire McCarthy, asisten profesor anak di Harvard Medical School menjelaskan, jika bayi melakukannya sambil tertawa dan tersenyum, berarti ia ingin bermain denganmu.

Namun, jika ia melakukannya sambil cemberut dan ingin menangis, maka ada sesuatu yang menganggunya. Mungkin Anda belum memeriksa popoknya yang sudah penuh.

3. Melengkungkan Badan

Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Shahbaz
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Shahbaz

Saat bayi melengkungkan punggungnya, bisa jadi hal ini reaksinya saat sedang marah atau capek. Menurut Dr. Ari Brown, bayi terkadang melakukan hal ini karena ia sedang mengalami gangguan pencernaan.

Ketika asam lambung naik ke esofagus di tengah dadanya, bayi akan melengkungkan cadannya untuk mengurangi rasa sakit yang membuatnya tidak nyaman. Jika bayi melakukan gestur ini secara terus menerus sambil menangis, sebaiknya segera bawa ke dokter anak.

4. Menyentakkan lengan

Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Victoria
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Victoria

Gerakan ini berarti menunjukkan bahwa mereka terkejut oleh suara-suara yang berisik, lampu yang terlalu terang atau gerakan secara tiba-tiba.

Untuk menghindari ini terjadi, pastikan tidak ada suara-suara keras yang mengganggunya saat mereka sedang tidur siang maupun malam.

5. Melipat kedua kaki

Ilustrasi bayi. (Bola.com/Pixabay)
Ilustrasi bayi. (Bola.com/Pixabay)

Ketika bayimu melipat kedua kakinya hingga mengenai perutnya, berarti ia sedang mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit, atau rasa tidak nyaman pada lambungnya.

Cobalah untuk mengurangi rasa sakitnya dengan mengelus-elus dan menepuk punggungnya agar mereka bersendawa.

6. Mengepalkan tangan

Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Lisa
Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Lisa

Mengepalkan jari atau tangan yang dilakukan bayi menurut S. Michelle Long, salah satu suster anak di New York City adalah tanda bahwa bayi Anda sedang benar-benar kelaparan.

Jika hal ini ia lakukan walaupun tidak diiringi dengan tangisan, namun sebaiknya Anda harus cepat memberinya makanan.

7. Memegang telinga

Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Peter
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Peter

Bayi Anda sering memegang telinganya? Tenang, hal ini bukan berarti mereka punya gangguan pada telinga ataupun ada infeksi.

Dr. Nelson menjelaskan, terkadang mereka melakukan ini hanya sebagai aksi beru mereka yang menyadari bahwa mereka punya telinga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel