Ibu-ibu di Banda Aceh ikuti kemah Al Quran untuk maksimalkan Ramadhan

·Bacaan 2 menit

Sejumlah ibu-ibu di Kota Banda Aceh mengikuti mukhayyam (kemah) Al Quran sebagai upaya memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan yang merupakan inisiatif dari Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar.

"Ini merupakan ikhtiar untuk mendekatkan diri kita dengan Al Quran khususnya di bulan suci ramadhan yang penuh berkah ini," kata Farid Nyak Umar, di Banda Aceh, Minggu.

Kemah Al Quran yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 17 sampai 19 April ini berlangsung di rumah dinas Ketua DPRK Banda Aceh. Peserta merupakan ibu-ibu perwakilan setiap gampong dalam kecamatan Kuta Alam.

Pada kegiatan ini para peserta mempelajari tahsin, tafsir Al Quran, diskusi serta berbagai kajian lainnya.

Baca juga: Kerinduan perantau lahirkan tradisi pembagian bubur samin di Jayengan

Farid mengatakan tujuan dari kegiatan ini agar hubungan umat islam semakin dekat dengan Al Quran, sehingga dapat meraih kemuliaan bersama dengan memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan ini.

"Mari kita perbanyak membaca dan belajar Al Quran, karena Ramadhan merupakan momentum yang paling baik mengkaji Al Quran," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Mukhayyam Al Quran Yuhasniza menyampaikan kegiatan kemah ini dikhususkan untuk ibu-ibu dari perwakilan majelis taklim Banda Aceh.

Baca juga: Ramadhan waktu terbaik tingkatkan kualitas umat

Karena mereka adalah sekolah pertama (madrasatul ula) bagi anak-anaknya, sehingga ketika ibu-ibu semakin dengan Al Quran maka cahayanya memenuhi seisi rumah.

"Ibu adalah madrasatul ula bagi seorang anak, jika ibu dekat dengan Al Quran, maka seisi rumah akan mendapatkan keberkahan," kata Yuhasniza.

Dalam kesempatan ini, salah seorang peserta Hafnati Rahmatan sangat bersyukur karena dapat mengikuti kegiatan mukhayyam tersebut, sehingga dapat mendalami Al Quran, khususnya memperbaiki bacaan dengan belajar tahsin.

"Alhamdulillah lewat kegiatan ini kami dapat mengikuti kajian dan belajar tajwid Al Quran dengan benar, membaca secara tartil, sehingga interaksi kami semakin baik," demikian Hafnati.

Baca juga: Warga Negeri Hila mempertahankan tradisi hadrat selama Ramadhan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel