Ibu-ibu di Jakbar Tertipu Minyak Goreng Murah, Kerugian Capai Ratusan Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Belasan ibu-ibu menjadi korban penipuan minyak goreng murah. Satu orang pelaku ES (31) ditangkap Polsek Kebon Jeruk. Modus pelaku mengaku sebagai pengusaha.

Pelaku merayu sejumlah ibu-ibu untuk membeli minyak goreng di bawah harga pasar. Ibu-ibu bisa mendapatkan satu liter minyak dengan harga Rp20 ribu. Padahal, saat itu harga minyak di atas Rp25 ribu per liter dan stok terbatas.

"Modusnya menjual minyak goreng dengan harga di bawah harga normal," kata Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Slamet Riyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8).

Slamet mengatakan, sejumlah Ibu-ibu tertarik memesan dan membeli minyak goreng yang ditawarkan. Pembayaran ada yang dilakukan secara tunai dan melalui sistem transfer ke rekening. Berdasarkan hasil penyelidikan total transaksi mencapai Rp2 Miliar.

"Pembelian dilakukan secara bertahap dengan cara mentransfer dengan nilai pembelian dari Rp500.000 hingga Rp100.000.000," ujar dia.

Uang yang diberikan oleh korban sebagian besar dibeli minyak goreng. Sisanya, digunakan untuk kepentingan pribadinya tanpa sepengetahuan para korban.

"Para korban yang belum dibayarkan oleh pelaku sekitar Rp500 juta," ujar dia.

Slamet mengatakan, korban yang belum mendapat minyak goreng menagih ke pelaku. Namun sejak Februari 2022 hingga saat ini minyak goreng tidak pernah ada. Bahkan, gudang yang diklaim milik pelaku, ternyata toko orang lain yang tidak ada hubungan dengan pelaku.

"Jadi pelaku hanya sebagai pembeli saja, bahkan ada pembelian minyak goreng yang dibeli oleh pelaku ke toko tersebut
hingga saat ini tidak dibayar," ujar dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 372 KUHP.

"Pelaku berhasil diamankan di kediaman. Kami juga sita barang bukti berupa hasil transfer para korban," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel