Ibu-Ibu di Tasikmalaya 'Sulap' Daun Singkong Jadi Dendeng, Mau Coba?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tasikmalaya - Untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KbP3A) kota Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar pelatihan pembuatan dendeng berbahan daun singkong.

Selama tiga hari, puluhan perempuan perwakilan keluarga sejahtera Bukit Lestari, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, antusias mengikuti program Pembinaan usaha peningkatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) itu.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap kaum hawa lebih berdaya agar mampu menopang penghasilan keluarga terutama di tengah pandemi," ujar Kepala DP2KbP3A, Kota Tasikmalaya Nunung Kartini.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga, terutama perempuan, di tengah meningkatnya jumlah keluarga miskin di Kota Tasikmalaya, akibat pandemi Covid-19.

"Selain lezat, produksi dendeng daun singkong diharapkan menjadi pangan alternatif di luar daging," kata dia.

Selain mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan panganan lokal, kegiatan itu diharapkan menjadi bekal peserta mendapatkan penghasilan sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Saya harap produk dendeng daun singkong bisa direspon pasar, karena bisa jadi alternatif makanan lezat di luar daging merah,” kata dia.

Selain kaya vitamin dan zat besi, daun singkong dinilai aman dikonsumsi seluruh kalangan, terutama bagi penderita kolesterol tinggi yang menghindari makanan berlemak, dengan mengatur proses penggorengan secara optimal.

"Apalagi produk ini belum banyak diproduksi. Kita bisa bersaing dari sisi variasi rasa, kemasan dan pendukung lainnya," ujar dia optimis.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Teknik Pemasaran

uluhan emak-emak perwakilan keluarga sejahtera Bukit Lestari, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, antusias mengikuti program Pembinaan usaha peningkatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di kota Tasikmalaya.(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
uluhan emak-emak perwakilan keluarga sejahtera Bukit Lestari, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, antusias mengikuti program Pembinaan usaha peningkatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di kota Tasikmalaya.(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Selain teknik produksi, para peserta mendapatkan informasi tambahan melalui cara pemasaran yang baik bagi pelaku usaha, terutama saat pandemi Covid-19 ini.

"Minimal melalui kemampuan produksi dendeng daun singkong ini, peserta bisa berdaya serta bangkit di saat pandemi," ujar Ridwan salah seorang penggiat ekonomi Kecamatan Kawalu yang juga pemilik Bukit Lestarai sebagai tuan rumah.

Menurutnya, ragam inovasi dalam proses pengolahan produksi dendeng daun singkong, diharapkan bisa jadi ikon baru Kecamatan Kawalu, selain produksi bordir yang selama ini menjadi keunggulan wilayah itu.

"Saya yakin dengan pelatihan ini, kreativitas emak-emak dalam mengembangkan usaha ini akan semakin tumbuh," ujarnya bangga.

Selain bahan yang melimpah, proses pengolahan panganan tradisional itu dinilai bukan barang baru bagi masyarakat Kawalu, sehingga memudahkan dalam meningkatkan produktivitas produk.

"Mereka juga akan berlatih teknik pengemasan, pelabelan, hingga pemasaran yang dibimbing langsung oleh pihak Indag," ujarnya.

Untuk memudahkan pemasaran, diharapkan seluruh peserta pelatihan diharapkan mulai memahami penjualan produk melalui platform digital atau online.

"Saat pandemi banyak warga memilih bertransaksi lewat online, hal ini perlu dimaksimalkan untuk menjual produk deng deng yang diproduksi," ujar Arif Risnandar, salah satu perwakilan Dinas KUMKM Perindag Kota Tasik.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel